Magetan (beritajatim.com) – Tahun ini target pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Magetan dari sektor pariwisata dipatok Rp 15 miliar.
Pada akhir Maret lalu pendapatan sudah mencapai Rp 4,3 miliar . Meski masih ada pemberlakuan PPKM yang bisa berakibat penurunan pendapatan.
‘’Dengan target segitu kan diambil rata – rata minimal sebulan dapat Rp 1,25 miliar lebih sedikit,’’ ungkap Kabid Pengelolaan Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Eka Radityo, Selasa (12/4/2022).
Jumlah itu sudah memenuhi target di triwulan pertama yakni minimal 25 persen atau setara dengan Rp 3,75 miliar. Dirinya yakin jika di libur lebaran nanti bakal lebih tinggi lagi. Dan secara umum masih linier dengan target bulanan. Untuk lebaran setidaknya lebih dari Rp 1 miliar yang bisa didapatkan. ‘’Untuk puncak liburan bisa mencapai 6.000 pengunjung,’’ katanya.
Dirinya optimistis kalau target akan tercapai lantaran pembatasan sudah dikurangi. Meski, di pertengahan tahun mungkin ada perubahan anggaran keuangan (PAK).
‘’Bisa jadi ditambah atau dikurangi, tapi berkaca dari tahun – tahun lalu, sempat didiskon sampai tinggal tujuh miliar saja pasca dibuka kembali setelah lockdown. Itu di tahun 2020. Untuk tahun 2021 kami memang belum bisa mencapai target meski sudah diturunkan ke Rp 12,5 M dari Rp 15 M, ’’ katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pemkab-magetan”]
Target pendapatan asli daerah (PAD) sektor pariwisata di Magetan sulit dicapai. Meski sudah diturunkan dari Rp 14 miliar ke Rp 12,5 miliar. Sampai awal Desember 2021 PAD dari sektor pariwisata baru tercapai Rp 7,6 miliar dan sulit dikejar hingga akhir tahun 2021.
”Faktor utama memang PPKM sepanjang empat bulan di tahun 2021. Mulai Juli hingga November. Dan saat itu di akhir tahun juga banyak sekali pembatasan,” ungkapnya.
Dia meyakini jika kondisi pelonggaran dan adanya mudik lebaran, kunjungan ke Sarangan akan meningkat drastis. Pun, pihaknya bakal menyiapkan skema untuk mengatur keluar masuk pengunjung di wisata primadona tersebut. (ted)






