Magetan (beritajatim.com)- Embung Jokerto yang terletak di Desa Jokerto, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, saat ini kering. Kondisi kering embung akibat musim kemarau dimanfaatkan untuk melakukan pengerukan sedimentasi dan perbaikan pintu air.
Sudah 14 tahun embut tersebut belum tersentuh normalisasi. Sedimen pun menumpuk sampai empat meter, akibatnya pintu air terganggu.
“BBWS Bengawan Solo menjadwalkan normalisasi di Embung Jokerto ini akhir bulan, jadi sejak awal bulan ini kondisi embung sengaja kita keringkan agar mudah proses normalisasinya nanti,” ujar Parman, Petugas Operasi dan Pemeliharaan (OP) BBWS Bengawan Solo Embung Jokerto.
Normalisasi ini sangat penting dilakukan mengingat embung yang dibangun pada tahun 2010 ini telah mengalami sedimentasi yang cukup signifikan. Akibatnya, kapasitas tampung air embung berkurang dan kinerja pintu air terganggu.
“Pengerukan sedalam empat meter akan dilakukan di area pintu air karena saat ini pintu air tidak bisa dioperasikan maksimal akibat baut pengikat daun pintu air yang lepas,” jelas Parman.
Dengan dikeringkannya embung, tentu saja akan berdampak pada ketersediaan air untuk irigasi lahan pertanian di sekitar embung. Parman mengungkapkan bahwa Embung Jokerto biasanya mampu mengairi sekitar 40 hektar lahan sawah.
“Karena debit air sudah tidak ada yang masuk, maka mohon maaf kami sampaikan pada petani. Tapi jika para petani nekad menanam tanaman yang membutuhkan banyak air ya silahkan,” pungkasnya.
Petani di sekitar Embung Jokerto diharapkan dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menanam jenis tanaman yang tahan kekeringan atau mengatur pola tanam yang sesuai dengan ketersediaan air.
Normalisasi Embung Jokerto ini merupakan upaya untuk menjaga keberlangsungan fungsi embung sebagai sumber air irigasi dan pengendali banjir. Diharapkan, dengan normalisasi ini, embung Jokerto dapat berfungsi optimal dalam mendukung sektor pertanian di wilayah tersebut. [fiq/aje]






