Surabaya (beritajatim.com) – Long Distance Relationship (LDR) merupakan hubungan jarak jauh yang dijalani oleh sepasang kekasih. Menjalani LDR memang banyak sekali godaanya seperti munculnya rasa jenuh, kurangnya komunikasi hingga, perselingkuhan. Lalu bagaimana cara agar hubungan berpacaran tetap awet?
Melansir dari Oprahdaily, Selasa (24/8/2021) sebuah studi pada tahun 2015 yang diadakan oleh Queens University menunjukkan bahwa jarak tidak memengarui sebuah hubungan.
Dr. Zhana Vrangalova, professor Seksualitas Manusia NYU mengatakan bahwa yang paling penting dari semuanya adalah saling percaya satu sama lain dan percaya bahwa hubungan Anda dapat bertahan seiring berjalannya waktu.
“Tumbuhkan sikap positif dalam diri Anda dan pasangan tentang kesuksesan hubungan Anda dan kepuasan bisa datang.” ungkapnya. Berikut ini beberapa tips hubungan LDR tetap awet walaupun sedang virtual:
LDR bisa berhasil
Tanamkan dalam pikiran Anda bahwa hubungan jarak jauh dapat berhasil. Kebanyak orang tidak percaya dengan LDR dan memilih untuk mengakhiri hubungan mereka. Padahal tidak semua demikian, seksolog klinis Lucy Rowett menjelaskan bahwa setiap hubungan memiliki peluang yang berbeda-beda. “Setiap hubungan berbeda, jadi Anda perlu mengomunikasikan dengan jelas apa yang paling penting bagi Anda berdua,” terangnya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”relationship”]
Konsiten dalam berkomunikasi
Komunikasi merupakan kunci dari hubungan jarak jauh. Jika sepasang kekasih jarang bertukar kabar, maka hubungan antar keduanya akan renggang seiring berjalannya waktu. Pam Shaffer, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi mengungkapkan bahwa komunikasi dapat menghidupkan suasana diantara hubungan mereka. “Berbagi cerita yang baik dan yang buruk membantu membangun keintiman dengan pasangan Anda dan memberi mereka pandangan tentang dunia Anda bahkan ketika Anda berada jauh.”
Sesekali kirimkan hadiah
Jika Anda menjalani hubungan jarak jauh dan tidak mungkin mengajak berkencan di malam minggu atau tidak sempat mentraktir mereka makan, maka gantilah dengan mengirimkan hadiah. “Karena sebagian besar kehidupan berputar di sekitar ponsel kita, mereka akan senang jika mendapat kejutan melalui pos,” kata Dr. Kristie Overstreet, PhD., terapis seks dan psikoterapis bersertifikat. [rsf/bjo]






