Surabaya (beritajatim.com) – Peredaran minuman keras (Miras) oplosan di masyarakat Surabaya semakin meresahkan.
Terbaru, dalam jangka waktu sebulan, 9 orang tewas lantaran pesta minol oplosan. Kejadian ini ditengarai terjadi lantaran bebasnya penjual minuman beralkohol jenis arak bali dan cukrik oplosan lewat media sosial.
Menanggapi fenomena ini, Ketua Umum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi (AMAK) Indonesia, Ponang Adji Handoko angkat bicara. Pihaknya khawatir bila hal ini tak segera diambil tindakan tegas akan menimbulkan banyak korban.
“Kami sangat support dan mendukung pihak yang berwajib melakukan razia untuk memberantas peredaran miras oplosan. Jangan hangat-hangat tahi ayam (setengah-setengah). Tapi harus rutin dan berkesinambungan agar tidak jatuh korban lagi di kalangan kaum muda kita,” katanya menyikapi fenomena peredaran Miras oplosan, Selasa (25/7/2022).
Tak hanya menindak penjualan Miras yang mengandung etanol dari mulut ke mulut atau perorangan saja. Penindakan tegas terhadap Rekreasi Hiburan Umum (RHU) yang menyediakan oplosan juga diperlukan agar tidak ada kesan tebang pilih.
“Memang itu ada. Mereka menjualnya dalam kemasan pitcher, dengan nama Long Island. Itu Miras yang dicampur-campur lalu disajikan untuk tamu,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”miras-oplosan”]
Menurut pria yang akrab disapa Bonang ini, peran tokoh masyarakat dan tokoh agama dianggap penting guna melakukan pengawasan warganya. Dia menganggap fenomena pesta Miras ini terjadi lantaran masyarakat terlalu acuh dan tak saling mengingatkan satu sama lain.
“Mengapa bisa terjadi? Saya berpendapat bahwa kita acuh, kita cuek dalam pengawasan dan pembinaan, utamanya pada anak-anak muda kehilangan arah dan tujuan hidupnya,” tambahnya.
Di samping Itu, dalam lingkup kecil peran karang taruna, RT/RW, serta 3 pilar masing-masing daerah perlu ditingkatkan. Bila menemukan kejadian serupa, mereka bisa mengingatkan untuk meminimalisir adanya korban jiwa.
“Perlu pendisiplinan terhadap kaum muda. Jika mereka anak-anak muda mulai kehilangan arah dan tujuan hidupnya, bagaimana nanti masa depan bangsa dan negara?,” pungkasnya.
Sekadar informasi, peristiwa pertama pesta Miras yang digelar 8 orang selama dua hari di Jl Bronggalan I, Tambaksari, Surabaya, menyebabkan 5 orang diantaranya tewas dan 3 kritis di Rumah Sakit. tak berselang lama, di Jl Banjar Melati, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya. 4 dari belasan orang tewas setelah menenggak Arak Tuban dicampur Arak Bali yang digelar 3 hari sejak Selasa (19/7/2022) kemarin karena ada acara pernikahan
Petugas Reskrim Polsek Lakarsantri, Senin (25/7/2022) pagi bergerak cepat mengamankan AZ (49) penjual arak etanol tutup merah asal Kepatihan, Menganti, Gresik, yang menewaskan 4 warga Banjar Melati, Lakarsantri, Surabaya. (ang/ted)






