Bojonegoro (beritajatim.com) – Kondisi pedagang di Pasar Banjarejo Kabupaten Bojonegoro masih was-was setelah dua kali kejadian bangunan rusak. Terakhir dinding tembok runtuh diduga karena diterjang angin hujan deras disertai angin kencang.
Sebelum dinding tembok atas pasar yang baru diresmikan sekitar tiga tahun lalu itu juga pernah mengalami kerusakan. Yakni pada talang bangunan hingga mengenai lapak pedagang. Meski begitu, pedagang mengaku tidak bisa berbuat banyak.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Banjarejo Kabupaten Bojonegoro Hari Utomo mengatakan, pada tahun 2021 lalu talang atap bangunan pasar ambrol. Material talang dan asbes yang ambrol mengenai satu kios pedagang hingga rusak.
“Kejadian pertama, talang pasar dan asbes ambrol mengenai kios Bu Surya hingga rusak parah. Kerugian cukup lumayan besar,” ujarnya, Rabu (13/11/2024).
Kemudian, disusul pada Jumat (8/11/2024) sore, dinding tembok atas sisi timur runtuh. Dinding tembok yang runtuh berukuran sekitar 6 x 2 meter. Beruntung saat kejadian tidak ada aktifitas. Sehingga tidak ada korban jiwa. Patahan dinding yang runtuh masih ada yang tersisa dan rawan runtuh kembali. “Kondisi itu membahayakan, kalau tiba-tiba ada runtuhan susulan. Tapi pedagang tidak bisa berbuat banyak,” tambahnya.
Meski kondisi bangunan Pasar Banjarejo kini membahayakan, para pedagang mengaku sudah tidak bisa berbuat banyak. Sebab, pejabat Pemkab Bojonegoro terutama Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro sejak awal tidak kooperatif terhadap masukan yang diberikan para pedagang. “Kami (pedagang) sekarang sifatnya menunggu tindaklanjut dari Pemkab Bojonegoro. Karena sejak awal tidak ada itikat baik dari Dinas Perdagangan,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Pasar Banjarejo baru direvitalisasi sekitar tiga tahun yang lalu dengan menggunakan anggaran sebesar Rp47 miliar. Bangunan pasar tradisional itu dibuat dua lantai dengan jumlah total sebanyak 797 kios.
Di lantai bawah ada 693 kios dan lantai atas terdapat 104 kios. Usai direvitalisasi, kondisi pasar justru semakin sepi. Banyak kios yang kosong. Sementara hingga berita ini ditulis Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro Sukaemi belum memberikan keterangan. [lus/kun]






