Gresik (beritajatim.com) – Sebelum akhir 2022, kios atau lapak yang terkena pelebaran Jalan Manyar Gresik ditarget sudah tuntas. Secara bertahap 199 kios tersebut akhir bulan November segera direlokasi.
Saat ini bangunan di sebelah lapangan Desa Manyar Sidomukti sudah berdiri. Terdapat dua blok pada bangunan tersebut. Di dalamnya sudah ada sekat antar kios dengan konsep terbuka. “Sekarang dua blok ini sudah 80 persen,” ujar Camat Manyar Zainul Arifin, Senin (31/10/2022).
Mantan Plt Camat Kebomas itu menambahkan, untuk kapasitas stan di tempat baru itu tidak sebanyak di lokasi lama. Jika di sepanjang Jalan Manyar itu ada 199 kios, nanti di lokasi baru hanya 70 stan. “Memang itu satu pemilik ada yang punya lebih dari satu lapak, nah di tempat baru nanti, satu pemilik satu,” imbuhnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pelebaran-jalan”]
Terkait dengan relokasi ini, kata Zainul, pemerintah telah memberikan penawaran kepada pedagang yang terkena imbas pelebaran jalan tersebut. Mereka yang mau direlokasi mendapat ganti rugi sebesar Rp 2 juta. Sedangkan yang mencari tempat baru diberikan Rp 7,5 juta. “Semoga berjalan lancar, nanti pindah ke tempat baru yang sedang dibangun,” katanya.
Jika dilihat dari progresnya bangunan relokasi itu ditarget akhir November 2022 bisa selesai. Pasalnya, pembongkaran kios lama sudah dilakukan sejak minggu lalu. “Targetnya akhir November, nanti biar bisa langsung ditempati,” ungkap Zainul.
Seperti diketahui Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) merencanakan pelebaran jalan pada Januari 2023. Sehingga, sebelum dilakukan pelebaran jalan tersebut dimulai, harus sudah steril. Rencananya, proyek pelebaran jalan dimulai pada Januari 2023.
Di tahun pertama diupayakan mencapai 1 kilometer, kemudian di anjutkan tahun depan hingga mencapai 3,7 kilometer. Pelebaran ini menggunakan dana APBN menyasar 3,7 kilometer dengan lebar 22 meter, serta empat jalur di dua jalur. [dny/suf]






