Surabaya (beritajatim.com) – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, mengungkapkan kekhawatiran bahwa Indonesia berpotensi kehilangan hingga 41 dari total 87 peluang medali emas pada ajang SEA Games 2025 di Thailand.
Hal ini disebabkan oleh sejumlah nomor pertandingan yang sebelumnya menjadi andalan Indonesia tidak lagi dipertandingkan. Untuk mengantisipasi hal itu, pemerintah kini tengah memetakan cabang olahraga lain yang berpotensi menyumbang medali agar posisi Indonesia tidak merosot dalam klasemen akhir.
“Dimana sebelumnya kita 87 medali, kita kehilangan sampai 41 medali karena tidak dipertandingkan. Kita sekarang terus mencari 41 medali emasnya dari mana. Kalau tidak, kita akan di bawah lagi,” ujar Erick Thohir, Selasa (7/10/2025).
Salah satu cabang olahraga yang kini menjadi harapan baru adalah petanque. Erick mencontohkan fasilitas petanque di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang telah memenuhi standar internasional dan diharapkan mampu menyumbangkan medali emas.
“Petanque ini memang tidak banyak bangsa Indonesia mengerti, tetapi ini bagian penting dari SEA Games kita. Dari enam nomor yang diikutkan, insya Allah ada satu emas. Artinya, kalau 41 tadi hilang, tambah satu, masih cari lagi yang 40,” ungkap Erick.
Sebelumnya, National Olympic Committee of Indonesia (NOC) menyebut belum dapat menetapkan target perolehan medali emas di SEA Games 2025 karena keterbatasan anggaran.
Hingga saat ini, anggaran yang tersedia baru sekitar Rp10 miliar, jauh dari kebutuhan ideal yang diperkirakan mencapai Rp45 hingga Rp65 miliar. Kondisi ini dikhawatirkan akan membatasi jumlah atlet yang dapat diberangkatkan ke Thailand. [way/ian]






