Ponorogo (beritajatim.com) – SDN 2 Karangpatihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo, menghadapi tantangan besar menjelang pelaksanaan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK) pada Oktober 2024.
Selain ruangan kelas yang rusak, sekolah ini juga mengalami keterbatasan fasilitas, terutama laptop yang sangat diperlukan untuk ANBK. Beruntung, Kanwil DJP Jawa Timur II bersama KPP Pratama Ponorogo memberikan bantuan hibah berupa peralatan sekolah, termasuk 4 laptop, yang diharapkan dapat membantu pelaksanaan ANBK.
Hibah peralatan sekolah ini merupakan bagian dari program sosial peduli pendidikan yang diinisiasi oleh Kanwil DJP Jawa Timur II. Selain laptop, sekolah juga menerima 8 meja, 16 kursi, dan 1 lemari.
Hal ini disambut baik oleh Hari Basuki, Plt Kepala SDN 2 Karangpatihan, yang menyampaikan bahwa bantuan laptop tersebut akan sangat membantu pelaksanaan ANBK bagi siswa kelas 6.
“Selama ini, ANBK dilakukan dengan menggunakan laptop milik pribadi para guru. Dengan adanya tambahan 4 laptop dari hibah ini, siswa kami yang berjumlah 11 orang akan bisa melaksanakan ANBK. Ya, meski harus dibagi dalam dua sesi karena keterbatasan jumlah perangkat,” ujar Hari Basuki, Kamis (26/09/2024).
Meskipun kebutuhan laptop dapat sedikit teratasi, Hari Basuki juga mengungkapkan kekhawatirannya terkait kondisi bangunan sekolah yang memerlukan rehabilitasi.
Hingga kini, belum ada kepastian mengenai alokasi anggaran untuk rehabilitasi sekolah dari P-APBD 2024, meskipun pihak sekolah sangat berharap adanya perbaikan tersebut.
“Kami sangat berharap ada bantuan rehabilitasi untuk ruang kelas yang kondisinya sudah memprihatinkan. Namun, hingga saat ini, belum ada kabar pasti untuk perbaikan sekolah,” katanya.
Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur II, Agustin Vita Avantin menyatakan bahwa aksi sosial peduli pendidikan ini merupakan bagian dari komitmen Kementerian Keuangan untuk mendukung pendidikan di daerah.
Selain SDN 2 Karangpatihan, bantuan serupa juga diberikan kepada SDN 1 Karangpatihan, dengan total 8 laptop, 16 meja, 24 kursi, dan 1 lemari buku yang dihibahkan kepada kedua sekolah tersebut.
“Aksi sosial ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung dunia pendidikan, khususnya di sekolah-sekolah yang kurang terfasilitasi,” kata Agustin.
Saat ditanya mengenai kondisi bangunan SDN 2 Karangpatihan yang memerlukan rehabilitasi, Agustin menyampaikan bahwa pihaknya akan meneruskan informasi tersebut kepada pihak yang berwenang.
Meskipun pembangunan fisik bukan menjadi tanggung jawab DJP, mereka tetap berkomitmen untuk mendukung dan membantu sekolah-sekolah yang memerlukan perhatian khusus.
“Kita hari ini melihat langsung kondisi bangunannya, akan kita informasikan ke pihak yang berwenang. Karena untuk pembangunan fisik seperti ini, bukan tanggungjawab DJP,” pungkas Agustin. [end/suf]






