Pacitan (beritajatim.com) – Memperingati satu tahun sejak dibuka, Pacitan Museum dan Galeri SBY ANI menggelar tasyakuran yang dipimpin oleh Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, pada Jumat (16/08) malam.
Dalam suasana penuh keakraban, SBY mengingat kembali masa-masa dinas militernya dan mengundang ratusan alumni ABRI angkatan 1973 untuk turut merayakan pencapaian tersebut.
Museum dan Galeri SBY ANI, yang merupakan inisiatif dari Susilo Bambang Yudhoyono, merayakan ulang tahunnya bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-78. Momen ini menjadikan acara tasyakuran semakin spesial.
Bupati Pacitan, Indrata Nur Bayuaji, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua tamu undangan, terutama kepada SBY.
“Dulu, saat saya masih sekolah, banyak yang malu jika ditanya asalnya dari mana. Namun setelah Bapak SBY menjabat sebagai presiden, banyak yang bangga mengakui berasal dari Pacitan,” ujarnya yang disambut gelak tawa para hadirin.
SBY kemudian menjelaskan bahwa pendirian museum ini adalah bentuk tanggung jawabnya kepada rakyat. “Ini merupakan tanggung jawab saya kepada masyarakat atas apa yang telah saya lakukan. Dengan melihat baik dan buruk masa lalu, kita dapat belajar dan membangun masa depan yang lebih baik,” ungkapnya.

Acara ini berlangsung meriah dengan berbagai hiburan yang dipersembahkan oleh para tamu undangan. Di akhir acara, SBY bersama para undangan naik ke atas panggung dan menyanyikan lagu dari band Tipe X berjudul “Kamu Nggak Sendirian.”
Tasyakuran ini bukan hanya menjadi ajang refleksi bagi SBY dan para alumni ABRI angkatan 1973, tetapi juga pengingat pentingnya sejarah dan budaya dalam membangun masa depan bangsa. (sul/ted)






