Pacitan (Beritajatim.com) – Pengembangan pariwisata di Kabupaten Pacitan menjadi topik utama, dalam diskusi yang digelar di kediaman Presiden Ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas Bogor.
Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi (ASB), bersama Bupati Pacitan dan jajaran OPD berdialog dengan sejumlah tokoh nasional guna mendorong kemajuan sektor pariwisata kampung kelahiran SBY yang dikenal sebagai Paradise of Java itu.
ASB mengungkapkan bahwa Pacitan memiliki potensi wisata luar biasa, namun membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat.
“Alhamdulillah, posisi Pacitan sangat beruntung. Kita punya relasi yang kuat dengan kementerian terkait untuk pengembangan objek wisata. Peran Bapak SBY juga begitu mendukung pariwisata Pacitan,” kata Arif, ditulis Senin (03/01/2025).
Dalam diskusi tersebut, SBY memberikan berbagai arahan strategis untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata di Kabupaten Pacitan. Beberapa poin penting yang dibahas meliputi peningkatan infrastruktur, promosi destinasi, serta pemberdayaan masyarakat lokal, agar sektor wisata mampu menjadi penggerak ekonomi daerah. Sinergi antara Pemerintah Pusat dan daerah juga menjadi faktor kunci, termasuk keterlibatan sektor swasta sebagai investor.
“Kami optimis wisata Pacitan akan menjadi kekuatan ekonomi daerah,” lanjut ASB.
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam pertemuan ini, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono, Anggota DPR RI Dapil 7 Edhie Baskoro Yudhoyono, Wamen ATR/BPN Ossy Dermawan, mantan Menpora Andi Mallarangeng, serta Staf Khusus Kemenparekraf Renanda Bachtar.
Selain diskusi, para tokoh juga diajak melihat karya seni lukis yang dibuat oleh SBY. Sementara itu, jajaran pejabat daerah yang mendampingi Bupati Pacitan meliputi Sekda Heru Wiwoho, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Khemal Pandu Pratikna, dan beberapa kepala dinas termasuk kepala Disparbudpora Pacitan.
Diskusi ini diharapkan bisa menjadi solusi, karena jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Pacitan terus menurun, dan belum pulih pasca pandemi.
Hal itu diakui Kepala Bidang Pemasaran Disparbudpora Pacitan, Rakhmad Adi Mandego. Ia menuturkan diperlukan strategi pemasaran yang lebih efektif untuk menarik kembali wisatawan.
“Penurunan jumlah ini menjadi tantangan bagi sektor pariwisata Pacitan. Kita perlu inovasi promosi yang lebih kuat agar Pacitan kembali menjadi destinasi favorit,” ujar Rakhmad.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Pusat dan tokoh nasional, Pacitan diharapkan bisa mempercepat pengembangan sektor pariwisatanya dan meningkatkan daya tarik bagi wisatawan domestik maupun internasional. (end/ian)







16 Komentar
Yg sering menjadi isue serius turis lokal adalah mahalnya harga makanan di tempat2 wisata Pacitan padahal Pacitan penghasil kelapa namun harga minuman es kelapa muda jauh lebih mahal dr daerah2 atau kota lain yg notabene bukan penghasil kelapa….
Perbaiki akses menuju tempat wisata ,di perlebar dan di rapihkan
Sependapat ….
Bagaimana tdk merosot kunjungan wisata pacitan ?.. tata ruangnya amburadul,tata kelola tdk jelas..dana APBD untuk pariwisata cm jd bancakan..byk beberapa bangunan fisik yg jauh dr kesesuaian ..dan pengelola pariwisata dlm hal dinas pariwisata tdk paham tata kelola..dr maretnya saja
nol.. dlm pengelolaan seharusnya berkalaborasi dgn masyarakat.agar lokasi” yg bs di manfaatkan bs di kembangkan sebagai wahana..atau spot”selfie
Akses menuju tempat wisata nelum bagus ,dan lebar untuk bus besar
Perbaiki akses menuju tempat wisata ,di perlebar dan di rapihkan
Benar makanan mahal apalagi yang datang orang bermobil, pejual cari kesempatan buat harga lebih tinggi
JlS ruas Punung sd Giribelah wonogiri harap dilanjutkan, selama ini klo dr pracimantoro mau ke pacitan bila ingin jalan yg mulus dan lebar harus lewat glonggong.
Selain pembangunan dan ketersesiaan fasilitas maupun daya tarik, Yang jelas Harus saling mendukung baik masyarakat pemerintah dan penggiat Pariwisata terkoordinir dan transparan bagaimana kepariwisataan di pacitan berkelanjutan dlm pengelolaan jgn mencari keuntungannya sendiri2, biar wisata di pacitan bisa maju berkembang. berkelanjutan sehingga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat maupun menjadi andalan PAD kabupaten pacitan dalam mendukung pembangunan daerahnya. Pengelolaan Pariwisata setidaknya harus bisa memberikannkesan yang baik dan memuaskan baginpengunjung
Perbaiki mental pengelola dulu
Tempatkan SDM yang ahli di bidangnya.
Akses masuk menuju destinasi wisata andalan kota pacitan seperti pantai klayar, pantai ngiroboyo, pantai watukarung, pantai kasap, pantai buyutan dll
Harusnya jalan dari punung perlu diperlebar dan diberi penerangan jalan krn kalau malam hari sangat gelap gulita
Juga akses jalan menuju pantai perlu diperbaiki dan di perlebar agar bus bs masuk, Juga penerangan perlu diperhatikan, Krn jalan-jalan disana kalau malam sangat minim penerangan dan gelap sekali padahal jalan-jalan itu tempat lintas kendaraan menuju akses ke pantai-pantai.
Pacitan perlu org yg mengerti mengelola pariwisata pacitan…. intelektualnya tinggi berpengalamn disiplin…jujur paling utama…moral tinggi. Seperti pak sutrisno ex bupati. Gagarin wagub….. pak Beye hrs jangn percy org yg OBS. Cari muka dll ketua Dprd hrs di ganti yg jujur akuntabel ngerti kemauan rakyt pacitan yg nyata. Sandang pangn maju
Mengurusi wisata di pacitan harus benar2 orang yg capable dan tulus ingin memajukan wisata.. terutama yg menjadi perhatian dulu adalah jalan menuju obyek wisata harus lebar dan tertata rapi.. jngan melebar kmna2 dulu.. itu aja dulu pasti bisa dikit2 menaikkan kunjungan.. jangan kebnyakan wacana harus kerja nyata sat set was wes jarene..
Mengurusi wisata di pacitan harus benar2 orang yg capable dan tulus ingin memajukan wisata.. terutama yg menjadi perhatian dulu adalah jalan menuju obyek wisata harus lebar dan tertata rapi.. jngan melebar kmna2 dulu.. itu aja dulu pasti bisa dikit2 menaikkan kunjungan.. jangan kebnyakan wacana harus kerja nyata sat set was wes jarene..
Mengurusi wisata di pacitan harus benar2 orang yg capable dan tulus ingin memajukan wisata.. terutama yg menjadi perhatian dulu adalah jalan menuju obyek wisata harus lebar dan tertata rapi.. jngan melebar kmna2 dulu.. itu aja dulu pasti bisa dikit2 menaikkan kunjungan.. jangan kebnyakan wacana harus kerja nyata sat set was wes jarene