Jeddah (beritajatim.com) – Ada tiga maskapai penerbangan yang melayani jemaah haji Indonesia tahun ini. Ketiganya adalah Garuda Indonesia, Lion Air, dan Saudi Airlines. Dari ketiga maskapai penerbangan itu, Saudi Airlines mengangkut jemaah haji terbanyak dengan 102.182 jemaah haji.
Perusahaan penerbangan milik Kerajaan Arab Saudi ini bakal melayani jemaah haji dari lima embarkasi di Tanah Air. Kelima embarkasi itu adalah: 1) Embarkasi Batam, jemaah dari Provinsi Jambi, Riau, Kepulauan Riau, dan Kalimantan Barat; 2) Embarkasi Palembang, jemaah dari Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung; 3) Embarkasi Jakarta, jemaah dari sebagian Provinsi Jakarta dan sebagian Provinsi Jawa Barat; 4) Embarkasi Kertajati, jemaah dari sebagian Provinsi Jawa Barat; 5) Embarkasi Surabaya, jemaah dari Provinsi Jawa Timur, Bali, dan NTT.
Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) pada Minggu (16/3/2025) melakukan penandatanganan perjanjian dengan manajemen maskapai penerbangan Saudi Airlines di kantor Urusan Haji Jeddah, Arab Saudi. Penandatanganan dilakukan Dirjen PHU Hilman Latief dan General Manager Saudi Arabian Airlines Mr. Amer G Alghamdy.
Dengan penandatanganan ini, Kemenag telah menuntaskan tahap penyediaan transportasi udara untuk musim haji 2025. Sebelumnya, Kemenag juga telah meneken kontrak transportasi pengangkutan udara dengan maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air.
“Tahap penyediaan transportasi angkutan udara bagi jemaah dan petugas haji telah selesai dengan ditandatanganinya perjanjian dengan Saudia Airlines,” kata Hilman Latief mengutip website Kemenag RI, Selasa (18/3/2025).
Pada musim haji 2025, Saudia Airlines akan mengangkut 102.182 jemaah dan petugas selama musim haji 1446H/2025M. “Kita apresiasi kepada manajemen Saudia Airlines yang telah bersedia kembali melakukan pengangkutan jemaah haji tahun ini,” tambahnya.
Perjanjian kerjasama ini, lanjut Hilman, berisi tentang hak dan kewajiban dari masing-masing pihak dalam rangka memenuhi standar layanan dalam transportasi udara, baik pada masa operasional, saat operasional, dan pasca operasional haji.
Informasi terkait dengan persiapan pengangkutan telah disampaikan Saudia Airlines, antara lain berupa kesiapan pesawat yang akan membawa jemaah haji Indonesia yang sudah memiliki jadwal penerbangan resmi yang disetujui GACA untuk mengangkut keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
“Layanan saat akan naik pesawat, saat berada di pesawat, saat turun dari pesawat, hingga keluar dari bandara. Kami mengharapkan petugas darat dan udara dari Saudia Airlines dapat lebih ramah dan responsifdalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji Indonesia. Melayani mereka seolah melayani orang tua kita sendiri,” harapnya. [air]






