Mojokerto (beritajatim.com) – Satu korban kebakaran The Sun Paper Source di Raya Kembangsri, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto akhirnya meninggal dunia. Korban meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Mawaddah Medika.
Korban atas nama MSG Jon Rahman (47) warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sulawesi Selatan. Sebelumnya korban dirujuk oleh relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mojokerto karena mengalami hipoksia atau sesak nafas.
Namun korban yang merupakan karyawan pabrik produksi berbagai macam kertas tisu di bagian produksi tersebut akhirnya meninggal. Hingga saat ini, petugas Pemadam Kebakaran (PMK) masih melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi kebakaran.
“Korban di bagian produksi. Korban ikut memadamkan api yang dugaan awal terlalu banyak menghirup asap, korban kemudian pingsan dibawa ke rumah sakit. Korban akhirnya meninggal di rumah sakit,” tegas Kapolsek Ngoro, Kompol Imam Mahmudi, Kamis (12/10/2023).
Mantan Kapolsek Trowulan ini menjelaskan, ada lebih dari 12 unit mobil PMK diterjunkan ke lokasi kebakaran. Petugas masih berusaha memadamkan api yang membakar perusahaan swasta nasional tersebut. Cuaca panas disertai angin kencang diduga menjadi penyebab api tak kunjung padam. “Sedikit lagi (proses pemadaman di lokasi kebakaran). Masih Pendinginan,” tegasnya.
BACA JUGA:
Tiga Korban Kebakaran Pabrik Tisu di Mojokerto Dirujuk ke RS
Sebelumnya, kebakaran terjadi di The Sun Paper Source yang berada di Raya Kembangsri, Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Kamis (12/10/2023). Kebakaran membuat panik para karyawan lantaran api yang cukup membesar.
Kebakaran terjadi sekira pukul 10.00 WIB tersebut menjadi pusat perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah mobil Pemadam Kebakaran (PMK) diterjunkan ke lokasi kejadian. Diduga api semakin membesar karena cuaca panas dan angin kencang di lokasi kebakaran.
Dua karyawan dan satu orang satpam The Sun Paper Source dievakuasi ke Rumah Sakit Mawaddah Medika di Desa Purwojati, Kecamatan Ngoro. Ini lantaran ketiganya harus menjalani perawatan akibat kebakaran di pabrik produksi berbagai macam kertas tisu tersebut. [tin/suf]






