Blitar (beritajatim.com) – Program Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Blitar menunjukkan wajah yang timpang. Di balik angka capaian peserta aktif yang menyentuh 63,9 persen dari total Pasangan Usia Subur (PUS), terselip sebuah fakta mencengangkan yakni partisipasi pria untuk metode kontrasepsi permanen seolah dikunci rapat oleh tembok birokrasi dan keterbatasan anggaran.
Dinas Pengendalian Penduduk, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Blitar mengakui bahwa kuota untuk Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi tahun ini secara ironis hanya tersedia untuk satu orang saja selama 1 tahun ini.
Kepala DP3APPKB Kabupaten Blitar, Bagus Dwitanto, mengungkap sebuah kontradiksi yang tajam. Di satu sisi, minat pria di Blitar untuk melakukan vasektomi sebenarnya cukup tinggi. Namun, jatah yang turun dari pusat melalui BKKBN justru sangat minim.
“Tahun ini jatah MOP hanya satu orang. Padahal yang minat sebenarnya banyak. Masalahnya, pelaksanaannya butuh dokter spesialis dan biayanya mencapai Rp2,5 juta per tindakan,” ungkap Bagus, Jumat (20/02/2026).
Kritik tajam pun bermunculan. Dengan jumlah PUS yang mencapai puluhan ribu, jatah satu orang untuk metode permanen pria dianggap sebagai lelucon birokrasi yang menghambat keterlibatan laki-laki dalam perencanaan keluarga berkualitas.
Berbanding terbalik dengan pria, alat kontrasepsi untuk perempuan seperti IUD dan implan justru membanjir. Pada awal Februari saja, DP3APPKB menerima distribusi 1.000 unit IUD dan 1.000 unit implan. Hal ini menegaskan bahwa beban risiko kontrasepsi, mulai dari gangguan hormon hingga prosedur bedah masih dominan dipikul oleh kaum hawa.
“Rata-rata senang pakai implan. Tapi kami beri kebebasan, karena tiap wanita berbeda. Ada yang cocok implan, ada yang lebih nyaman pil atau suntik,”
Secara kumulatif, pria hanya diberi opsi ringan berupa kondom dengan stok sekitar 2.000 unit. Namun, untuk pilihan kontrasepsi jangka panjang yang lebih efektif dan efisien seperti MOP, pemerintah seolah angkat tangan dengan alasan biaya dan tenaga spesialis. [owi/aje]






