Lumajang (beritajatim.com) – Kabupaten Lumajang, Jawa Timur menjadi salah satu daerah yang belum bisa ikut melakukan launching Sekolah Rakyat pada, Senin (14/7/2025) besok.
Dikutip dari laman kemensos.go.id sesuai intruksi Presiden Prabowo Subianto terdapat 100 titik lokasi Sekolah Rakyat di kabupaten/kota Indonesia yang bisa melakukan launching tahap I di bulan Juli 2025. Adapun pembagiannya, 63 titik lokasi pada tahap Ia dan 37 titik lokasi pada tahap Ib.
Total rombongan belajar (rombel) untuk launching sekolah rakyat tahap I itu diketahui mencapai 396 rombel dengan jumlah siswa sebanyak 9.780 orang terdiri dari jenjang sekolah dasar (SD), SMP dan SMA se-Indonesia.
Informasinya, di wilayah Jawa Timur, terdapat 19 Sekolah Rakyat yang bakal mengikuti peluncuran serentak pada 14 Juli 2025 besok pagi.
Sebagai daerah yang belum siap dari sisi fasilitas fisik dan sarana prasarana, Kabupaten Lumajang dipastikan menjadi salah satu daerah yang tidak dapat mengikuti peluncuran sekolah rakyat.
Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Lumajang Indah Amperawati pada, Minggu (13/7/2025).
“Untuk launching Sekolah Rakyat serentak besok, Pemkab Lumajang belum bisa ikut,” terangnya.
Menurutnya, lahan untuk membangun sekolah rakyat sudah disiapkan seluas 6,6 sampai 7 hektare di Desa Kebonan, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang. Hanya saja, saat ini proses hibah lahan ke pemerintah pusat untuk dijadikan sekolah rakyat belum dilakukan.
“Ini kami sudah menyiapkan lahan 6,6 sampai 7 hektare di Desa Kebonan, Kecamatan. Saat ini kami sedang berproses mengganti sertifikat untuk diserahkan ke pemerintah pusat untuk dihibahkan dan dijadikan sekolah rakyat,” ungkap Indah Amperawati. (has/but)






