Mojokerto (beritajatim.com) – Seekor sapi kurban tercebur ke dalam septic tank warga di Dusun Ardilangu, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto saat hendak diambil pembelinya.
Proses evakuasi berlangsung dramatis dan memakan waktu hampir lima jam sebelum akhirnya sapi berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup, Selasa (26/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di rumah Sutrisno (56). Saat itu, mobil pengangkut hewan kurban tersebut sudah berada di depan rumah Sutrisno. Sapi jenis metal berusia 2,5 tahun tersebut telah dibeli warga Dusun Kalicangkring, Desa Kaligoro, Kecamatan Kutorejo, untuk kebutuhan kurban Idul Adha.
Namun saat hendak dikeluarkan dari kandang, sapi seharga Rp25 juta itu mendadak berontak hingga terjatuh ke dalam septic tank sedalam sekitar 5 hingga 6 meter. Pihak Pemadam Kebakaran (Damkar), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto pun diterjunkan.
Proses penyelamatan berlangsung cukup sulit lantaran ukuran lubang septic tank sempit, sementara kondisi sapi semakin lemas karena terlalu lama terjebak di dalam. Petugas Damkar bersama relawan dan warga berupaya mengangkat sapi dengan cara mengikat tubuh hewan tersebut menggunakan tali.
Evakuasi sapi tersebut berjalan dramatis. Setidaknya petugas membutuhkan waktu lima jam untuk menariknya memakai chain block atau katrol manual dari dalam septic tank. Beruntung saat berhasil dievakuasi petugas Damkar bersama relawan dan warga, sapi dalam kondisi selamat.
Komandan Regu Damkar, BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto mengatakan, evakuasi terkendala diameter septic tank yang sempit sehingga petugas kesulitan memasukkan tali ke tubuh sapi. “Kendalanya memang diameter sapiteng sempit untuk memasukkan tali ke perut sapi,” ungkapnya, Sabtu (26/5/2026).
Beberapa kali meleset karena tubuh sapi tersebut lemas. Masih kata Sukamto, agar proses pengangkatan lebih mudah, petugas juga mengisi septic tank dengan air dengan tujuan agar tubuh sapi dapat lebih mudah terangkat ke permukaan. Petugas juga tali dan chain block atau katrol manual.
“Hampir 5 jam kami berjuang untuk mengeluarkan sapi, alhamdulillah sekitar pukul 19.30 WIB sapi sudah bisa dikeluarkan. Sapi sempat mengalami stres akibat berjam-jam berada di dalam septic tank tapi alhamdulillah berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat,” lanjutnya. [tin/suf]






