Ringkasan Berita:
- Sapi kurban Presiden Prabowo berbobot 1,076 ton disembelih di Masjid Syekh Subakir Blitar.
- Daging kurban dibagikan kepada sekitar 600 kepala keluarga di Desa Penataran.
- Proses penyembelihan dilakukan secara gotong royong oleh takmir dan warga setempat.
- Hasil pemeriksaan dokter hewan menyatakan sapi dalam kondisi sehat dan bebas penyakit.
Blitar (beritajatim.com) – Momentum perayaan Iduladha 1447 H membawa kebahagiaan tersendiri bagi warga Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Seekor sapi kurban seberat 1,076 ton milik Presiden RI Prabowo Subianto disembelih di halaman Masjid Syekh Subakir, Rabu (27/5/2026).
Masjid Syekh Subakir dikenal sebagai lokasi yang memiliki nilai sejarah dan spiritual di tanah Jawa. Syekh Subakir merupakan ulama asal Persia yang dikenal dalam sejarah dakwah Islam di Nusantara dan disebut sebagai bagian dari generasi awal penyebar Islam di Pulau Jawa.
Ketua Takmir Masjid Syekh Subakir, Habibi, menyampaikan rasa syukur atas amanah hewan kurban dari kepala negara tersebut. Menurutnya, informasi mengenai bantuan sapi kurban sudah diterima sekitar satu bulan sebelumnya melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Blitar dan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra).
“Perasaan kami sangat senang sekali. Ini adalah sebuah kebanggaan bagi kami, masyarakat Desa Penataran, khususnya Takmir Masjid Syekh Subakir, mendapatkan hewan kurban dari Bapak Presiden yang dilewatkan kepada Bapak Bupati Blitar,” ungkap Habibi.
Proses penyembelihan dilakukan secara gotong royong oleh anggota takmir masjid bersama warga sekitar. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam mempererat kerukunan dan kebersamaan antarwarga.
Daging sapi kurban berbobot lebih dari satu ton tersebut dipastikan akan didistribusikan kepada masyarakat Desa Penataran. Berdasarkan pendataan panitia, sekitar 600 kepala keluarga akan menerima pembagian daging kurban.
Penerima manfaat mencakup tiga RW dan sekitar delapan RT di lingkungan sekitar masjid.
Sebelum dan sesudah penyembelihan, sapi kurban milik Presiden Prabowo menjalani pemeriksaan kesehatan ketat oleh tim dokter hewan setempat. Pemeriksaan dilakukan melalui tahapan antemortem maupun postmortem untuk memastikan kualitas dan keamanan daging.
Hasil pemeriksaan menunjukkan sapi dalam kondisi sehat tanpa gejala penyakit. Tim dokter hewan juga memastikan kualitas daging dan organ dalam berada dalam kondisi baik.
Daging sapi disebut memiliki warna segar, tekstur padat, serta kandungan lemak yang relatif sedikit. Organ vital seperti jantung dinyatakan normal.
Sementara itu, hati sapi dipastikan bersih dan bebas dari infeksi cacing hati atau Fascioliasis.
Dokter hewan yang bertugas juga mengimbau peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman cacing hati yang sering muncul akibat pemberian hijauan pakan segar.
Pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian obat cacing secara rutin minimal enam bulan sekali serta memperhatikan gejala klinis pada ternak, seperti bulu kusam, rontok, atau berdiri.
Pemantauan kualitas dan keamanan hewan kurban di wilayah Blitar akan terus dilakukan hingga akhir hari Tasyrik guna memastikan masyarakat menerima daging kurban yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). [owi/beq]






