Pamekasan (beritajatim.com) – Dr Al-Habib Segaf Baharun mengajak santri Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, agar mengaplikasikan nilai tema Pekan Ngaji 8 dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat.
Ajang bertajuk international multi event Pekan Ngaji 8 Pesantren Bata-Bata, dijadwalkan digelar selama 10 hari kedepan mengusung tema ‘Enjoying the Process’.
Dari tema besar tersebut, terdapat 7 (tujuh) unsur utama yang dijadikan sebagai prioritas, yakni perbaikan (improvement), pendidikan (education), inovasi (innovation), motivasi (motivation), penerbitan (publishing), hiburan (entertainment) dan kewirausahaan (entrepreneurship).
“Pada prinsipnya setiap orang punya urusannya sendiri, sebagaimana masa mendatang (hari akhir) juga akan begitu. Sehingga kita harus benar-benar bisa menjalani sebuah proses dengan hal yang baik,” kata Dr Al-Habib Segaf Baharun, Kamis (5/1/2023) malam.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pekan-ngaji”]
Konsep dan prinsip dalam kehidupan sangat dibutuhkan agar dapat mengarahkan pola dan sikap pada hal yang baik. “Hidup itu proses dan dalam hidup ada kesempatan yang harus diperjuangkan, dan perjuangan harus ada pengorbanan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pengasuh Ma’had Darullughoh Wadda’wah Putri, Bangil, Pasuruan, juga menjabarkan bererapa hal seputar tema besar yang diangkat pada materi bedah tema. Termasuk motivasi bagi para hadirin yang memadati halaman madrasah.
Tidak hanya itu, ia tokoh yang akrab disapa Habib Segaf juga meminta para santri agar mengaplikasikan tema besar Pekan Ngaji 8 dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat umum.
“Tema ini harus selalu diingat, dan jangan hanya diingat saat di pesantren saja. Tetapi juga harus diaplikasikan saat di luar pesantren, sehingga kita semua dapat menjadi manfaat bagi orang banyak,” pungkasnya. [pin/suf]






