Malang (beritajatim.com) – Bupati Malang HM Sanusi memetakan langsung jalan rusak di wilayahnya. Dari hasil pemetaan nantinya, bakal di gunakan sebagai acuan perawatan dan pemeliharaan jalan di sejumlah desa di Kabupaten Malang.
Dalam kunjungan kerja khusus di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, beberapa waktu lalu, Sanusi menggunakan mobil Jeep double gardan menjelajahi sejumlah dusun di Malang Selatan yang akses jalan utamanya, masih belum tersentuh pemeliharaan.
Seperti kerusakan ruas jalan penghubung antara desa bertangga yaitu Desa Tegalrejo dan Tambakasri. Kerusakan jalan tersebut diketahui Sanusi saat dirinya memimpin rombongan dalam acara sambang dusun di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
Kondisi kerusakan di jalan tersebut terbilang cukup parah. Sebab struktur jalannya, terdiri dari bebatuan kapur dan tanah liat. Sehingga, jalan utama desa tersebut cukup berbahaya, karena selalu tergenang air sisa hujan lantaran sangar licin.
BACA JUGA:
https://beritajatim.com/peristiwa/pemilik-angkringan-magetan-tak-sangka-anies-baswedan-mampir/
Kendaraan yang melintas pun harus ekstra hati-hati. Menurut Sanusi, infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor utama untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Malang. Sebab, secara langsung hal tersebut berkaitan dengan akses ekonomi masyarakat.
“Jadi soal jalan, itu sangat berpengaruh ke ekonomi warga. Dan itu menjadi penyebab utama. Kalau dilihat tadi, titik yang disebut masih ada kemiskinan ekstrem, rata-rata infrastrukturnya belum mendukung, termasuk jalan,” kata Sanusi.
Sanusi mengaku, infrastruktur jalan yang tidak memadai menyebabkan arus perekenomian masyarakat menjadi susah. Terutama, untuk mendistribusikan hasil pertanian warga. Hal itu cukup berpengaruh langsung pada harga jual hasil pertanian warga.
Sehingga warga pun terpaksa tidak dapat menjual hasil pertaniannya dengan harga yang tinggi kepada pedagang. “Saya tadi coba beli pisang itu satu tundun harganya Rp 50.000, sedangkan di perkotaan, ada yang menjual hanya satu sisir itu harganya sama. Ini kan cukup jauh dengan harga dari hasil pertanian warga,” tandasnya.
Sanusi mengaku, kegiatan pemeliharaan jalan di ruas itu akan mulai digeber pada tahun 2024 mendatang. Tujuannya agar akses roda empat, bisa masuk dan jalur distribusi perekonomian warga bisa lebih lancar.
“Rencananya tahun 2024 akan kita petakan, terutama agar akses roda empat bisa masuk. Karena kalau roda empat tidak bisa masuk, itu yang menjadi kendala akses ekonomi warga,” pungkasnya. (yog/kun)






