Bojonegoro (beritajatim.com) – Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) bidang energi, Lapangan Pengembangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro mulai masa uji coba atau commissioning start up.
Dalam masa uji coba, beberapa perlengkapan utama pemrosesan raw gas (gas mentah) menjadi sales gas sudah berfungsi dan mulai menghasilkan secara bertahap sejak September 2022. Meski, sales gas yang dihasilkan belum sesuai target desain rencana.
“Saat ini JTB sudah mencapai sales gas rata rata 75 MMSCFD,” ujar General Manager PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Zona 12 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, Ruby Mulyawan, Senin (01/05/2023).
Ruby menambahkan, dinamisnya proses penyelesaian masalah pada masa uji coba tersebut sedang ditangani oleh team project. Sehingga, diharapkan sales gas maksimal 192 MMSCFD sesuai design plant dapat dicapai secepatnya.
https://beritajatim.com/berita-migas/jtb-siapkan-perencanaan-jelang-fase-operasi/
Pasokan gas yang dihasilkan dari lapangan JTB yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu (PEPC) itu nantinya akan digunakan untuk memenuhi sektor industri yang ada di Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Memasuki masa produksi tersebut, berdampak pada pengurangan tenaga kerja. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro mencatat, per Februari 2023 jumlah tenaga kerja yang masih bekerja di proyek Jambaran Tiung Biru tersisa 543 tenaga kerja.
“Pekerja di JTB berkurang karena proyek pekerjaan banyak yang sudah selesai. Kemungkinan yang masih bekerja tinggal security dan tenaga kasar,” ujar Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, Slamet. [lus/ted]






