Banyuwangi (beritajatim.com) – Pagelaran akbar seni kolosal Gandrung Sewu bakal digelar di Pantai Marina Boom, Banyuwangi. Sebelum acara, penari telah ditempa selama dua bulan. Puncaknya, mereka melakoni gladi bersih untuk memeragakan setiap gerakan koreografi yang telah dikuasai selama ini.
Meski sekedar penampilan gladi bersih, namun pagelaran itu menyedot perhatian banyak orang. Ratusan warga berkumpul untuk menyaksikan aksi para penari.
Momen haru terjadi saat penampilan terakhir. Para orang tua khususnya ibu-ibu dari para penari ikut masuk ke dalam formasi. Mereka masuk ke barisan penari dan memeluk anaknya masing-masing. Ini sebagai simbolisasi pengorbanan orang tua yang telah mendukung anak-anaknya.
Itu juga bagian dari bentuk penghargaan ibu kepada anak dalam mengikuti seluruh rangkaian proses pertunjukkan Gandrung Sewu mulai latihan sampai tampil.
“Terima kasih sekali lagi dan salam hormat kepada semua orang tua yang telah mendukung anak-anak. Saya yakin support yang diberikan sangat berarti untuk mendukung penampilan ananda,” ungkap Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Baca Juga:Ritual Sakral Jelang Seni Kolosal Gandrung Sewu Banyuwangi
Gandrung Sewu telah masuk ke dalam agenda Kharisma Event Nusantara Kemenparekraf. Di Banyuwangi, Gandrung Sewu menjadi agenda tetap Banyuwangi Festival yang telah digelar sejak tahun 2012 lalu.
“Gandrung Sewu telah berkontribusi menjadi pendorong ekonomi yang langsung dirasakan oleh warga. Penginapan, restoran, warung, homestay, UMKM, semuanya merasakan berkah dari event ini. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berjuang mempertahankan eksistensi Gandrung Sewu,” kata Ipuk. (rin/ted)






