Pasuruan (beritajatim.com) – Depresi akibat penyakit yang tak kunjung sembuh, pria asal Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan akhiri hidupnya dengan gantung diri. Diketahui pria ini bernama Abdul Rozaqi (56) warga Desa Cangkringmalang.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh keluarganya, yakni istrinya yang bernama Rodiyah dan anaknya. Korban ditemukan menggantung pada Kamis (26/10/2023) sekitar pukul 03.45 WIB.
“Kami telah menerima laporan dari warga bahwa telah ditemukan orang meninggal dunia akibat gantung diri. Korban gantung diri di dalam rumah, tepatnya di sebuah gudang yang biasa dibuat korban untuk tidur,” jelas Kapolsek Beji, Kompol Yokbeth Wally.
Yokbeth juga menjelaskan bahwa korban meninggal dunua dengan posisi berdiri, sedangkan kakinya dilipat diatas tempat tidur. Sedangkan lehernya terikat kain merah bermotif batik yang dikaitkan pada balok atap rumahnya.
Hal ini mengakibatkan lidah korban menjulur keluar serta.mengeluarkan air seni. Menurut Yokbeth dugaan awal dikarenakan korban depresi akibat sakit menahun dan kurangnya perhatian dari keluarga.
Selanjutnya korban dibawa ke Pusdik Bhayangkara Pusdik Gasum untuk dilakukan Visum Et Repertum mayat. “Dari hasil olah TKp sesuai pemeriksaan luar tubuh tidak ditemukan adanya tanda kekerasan,” lanjutnya.
BACA JUGA:
Pelajar SMK Tuban Terlilit Pinjol lalu Gantung Diri, Meninggal
Setelah dilakukan pemeriksaan pihak keluarga tidak bersedia dilakukan otopsi hanya mengijinkan visum luar dengan ditandai oleh pembuatan surat keterangan. Dari kejadian tersebut Polsek Beji mengamankan sehelai kain yang digunakan korban untuk menggantung dirinya. [ada/but]
Jika Kamu butuh bantuan konsultasi untuk mengatasi masalah depresi atau Kamu melihat orang yang ingin melakukan aksi bunuh diri bisa menghubungi nomor darurat Kementerian Kesehatan di 119






