Surabaya (beritajatim.com) – Maraknya penggunaan chatbot ChatGPT telah memicu perusahaan-perusahaan di seluruh dunia, termasuk China, yang mengembangkan chatbot yang sama cerdasnya.
Salah satu chatbot terbaru yang telah tersedia untuk publik adalah Enhanced Representation through Knowledge Integration (ERNIE), yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi raksasa China, Baidu.
Layanan ini telah mendapatkan izin dari pemerintah China dan dapat diakses melalui aplikasi maupun situs web. ERNIE memiliki kemampuan untuk berinteraksi dengan pengguna, memberikan jawaban dalam bentuk teks, menghasilkan output gambar, dan bahkan video terkait.
Chatbot ini telah mengalami peningkatan signifikan dalam kecerdasannya sejak diumumkan pertama kali oleh Baidu pada Maret lalu. Baidu mengklaim bahwa kepintaran ERNIE telah meningkat tiga kali lipat sejak itu.
Salah satu fitur baru ERNIE adalah kemampuannya untuk melakukan analisis dan visualisasi data, memberikan jawaban dengan lebih cepat, dan bahkan memproses perintah berdasarkan gambar. Ini menunjukkan bahwa chatbot semakin berkembang dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, termasuk bisnis dan politik.
BACA JUGA: ChatGPT Diprediksi Bakal Bangkrut 2024, Begini Alasannya
Penting untuk dicatat bahwa pemerintah China telah mengeluarkan regulasi baru tentang pengelolaan layanan AI generatif pada bulan Agustus.
Regulasi ini mewajibkan perusahaan yang ingin menyediakan layanan AI generatif untuk memperoleh persetujuan dari pihak berwenang sebelum merilisnya ke publik.
Pemerintah China mengakui pentingnya AI dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam bisnis maupun politik.
Pemerintah juga ingin memastikan adanya batasan konten dalam layanan AI generatif, tetapi tetap mendukung perusahaan-perusahaan China agar bisa bersaing dengan perusahaan luar negeri.
Baidu telah mendapatkan izin dari pejabat setempat sehingga chatbot ERNIE bisa diakses oleh publik melalui App Store.
BACA JUGA: Konstruksi Proyek Strategis Nasional LRT Gunakan Beton SIG
Meskipun ERNIE belum dijelaskan secara detail dalam artikel ini apakah mirip dengan ChatGPT atau tidak, namun keduanya memiliki kesamaan dalam hal fungsi.
Keduanya adalah chatbot yang cerdas dan mampu memberikan jawaban serta berinteraksi dengan pengguna.
Peningkatan popularitas chatbot semacam ini menunjukkan perkembangan yang cepat dalam bidang kecerdasan buatan dan berpotensi membawa manfaat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. (fyi/nap)






