Surabaya (beritajatim.com) – Pada Kamis (29/6/2023) hari ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, umat muslim melakukan ibadah haji dan yang mampu membagikan daging kurban bagi kaum fakir miskin. DPD PDIP Jatim dan 38 DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur serentak membagikan hewan kurban kepada panitia kurban di masjid masing-masing wilayah.
Terlihat di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Jalan Raya Kendangsari Industri No. 57 Surabaya, jajaran pengurus DPD menyembelih dua ekor sapi. Selebihnya dibagikan ke masing-masing kantor DPC PDI Perjuangan se-Jawa Timur. Terlihat pula antrean masyarakat yang menerima kupon pembagian daging kurban di sekitar kantor berlogo banteng tersebut.
Said Abdullah selaku Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur mengungkapkan, total hewan kurban dari PDI Perjuangan se-Jatim terdapat 222 ekor hewan kurban. “Inilah wujud gotong royong tiga pilar partai se-Jatim,” ungkap Said.
Idul Adha kali ini, DPD PDI Perjuangan Jatim memberikan bantuan 38 ekor sapi kepada masing-masing DPC PDI Perjuangan se-Jatim. Selain itu, masing masing DPC PDI Perjuangan juga mendapatkan bantuan hewan kurban dari jajaran kepala daerah, wakil kepala daerah dari PDI Perjuangan, serta anggota DPR dan DPRD dari PDI Perjuangan.
Terhitung dari data yang didapatkan oleh awak media, PDI Perjuangan se-Jatim membagikan 222 ekor hewan kurban kepada fakir miskin di sekitar kantor mereka.
“Kami ingin momentum Hari Raya Kurban ini menjadi tradisi yang baik bagi setiap kader PDI Perjuangan, khususnya di jajaran struktural partai untuk terus merawat semangat berbagi, semangat untuk bergotong royong,” tukasnya.
“Tidak ada artinya PDI Perjuangan diasosiasikan sebagai partainya wong cilik, kalau daya ingat dan daya gerak kita tidak merujuk pada arah dan usaha untuk memperbaiki kehidupan kaum fakir miskin. Oleh sebab itu, setiap Idul Adha adalah alarm spiritual, ada kewajiban sosial yang harus kita tunaikan, yakni berbagi dengan tetangga sekitar yang fakir miskin,” imbuh Said yang juga Ketua Banggar DPR RI ini.
Said berharap, pelaksanaan kurban bukan dimaknai hanya kewajiban umat muslim, melampaui hal itu harus mulai dijadikan tradisi baik.
BACA JUGA:
PDIP Akui Ridwan Kamil Kandidat Cawapres Ganjar Pranowo
“Di situ ada nilai gotong royong, jiwa gotong royong itulah yang harus kita rawat, sebab gotong royong inilah perasan inti dari Pancasila yang kita hayati. Dengan ikut berkurban, kita juga ikut andil menggerakkan perekonomian. Sebab ada permintaan sapi dan kambing kepada para peternak, jasa transportasi juga kebagian rezeki. Ada efek multiplayer secara ekonomi di tengah-tengah rakyat,” pungkasnya. [tok/but]







