Sumenep (beritajatim.com) – Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur XI (Madura), MH. Said Abdullah, kembali menegaskan komitmennya memperkuat fondasi kebangsaan, khususnya di kalangan generasi muda. Melalui Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang digelar di aula salah satu hotel di Sumenep, Said Abdullah mengajak para pemuda dan mahasiswa untuk memahami serta mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan meliputi Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Hadir mendampingi Said Abdullah dua Tenaga Ahli, yakni Moh. Fauzi, M.Pd. dan Slamet Hidayat, S.H., yang turut memberikan dukungan atas kegiatan ini.
Untuk memperkaya pemahaman peserta, tiga narasumber dihadirkan, yaitu Faishol Ridho, Khoirus Sholeh, dan Roni Ardiyanto. Mereka memaparkan berbagai perspektif terkait pentingnya menanamkan nilai kebangsaan, khususnya di era digital saat ini.
Dalam penyampaian materinya, Faishol Ridho menekankan bahwa gotong royong, keadilan sosial, dan persatuan adalah prinsip utama yang harus terus dijaga. Ia juga menyoroti tantangan kebangsaan seperti meningkatnya intoleransi, penyebaran hoaks, hingga sikap apatis generasi muda terhadap isu-isu kebangsaan.
“Ini menjadi tantangan serius terhadap keutuhan bangsa. Ideologi asing yang tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia, ujaran kebencian, dan fanatisme sempit juga mengancam nilai persatuan,” ungkap Faishol Ridho.
Sementara itu, Khoirus Sholeh menjelaskan sejarah lahirnya Empat Pilar Kebangsaan. Menurutnya, pilar-pilar tersebut lahir sebagai hasil refleksi panjang perjuangan para pendiri bangsa hingga proses amandemen UUD 1945 yang memperkuat sistem demokrasi Indonesia.
“Pilar ini bukan hanya teori, tapi produk sejarah dan perjuangan. Ini harus kita rawat dan jaga bersama,” tutur Khoirus Sholeh. Ia mengajak agar pendekatan literasi kebangsaan dilakukan secara kontekstual, serta didukung dengan literasi digital supaya generasi muda lebih bijak dalam menyikapi informasi.
Di sisi lain, Roni Ardiyanto menegaskan bahwa Empat Pilar bukan sekadar konsep atau dokumen, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata. “Bisa dimulai dari hal kecil seperti menghargai perbedaan pendapat, tidak membeda-bedakan teman karena agama atau suku,” jelasnya.
Roni juga mendorong keterlibatan aktif generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk dengan menggunakan hak pilih, ikut musyawarah desa, hingga turut mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap bersih dan akuntabel.
Melalui sosialisasi ini, MH. Said Abdullah berharap semangat nasionalisme dan kebhinekaan dapat terus hidup dan tumbuh kuat di hati para pemuda Madura, sehingga mereka siap menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI. [tem/beq]






