Jombang (beritajatim.com) – Nyai Sinta Nuriyah Wahid, istri presiden keempat Indonesia, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, menggelar acara sahur keliling di Pondok Al-Khoiriyah Seblak, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Minggu dini hari (1/3/2026).
Acara bertema Puasa Berbalut Bencana dan Goyahnya Demokrasi ini dihadiri oleh sekitar 300 undangan yang terdiri dari pejabat pemerintah, warga sekitar, santri, kaum marjinal, dan perwakilan lintas iman.
Acara tersebut merupakan hasil kerja sama antara Puan Amal Hayati Jakarta dan Gusdurian Jombang. Berbagai kegiatan mengisi rangkaian acara sahur keliling ini, mulai dari penampilan barongsai Anakonda Jombang, sanggar tari Wilwatikta, hingga penampilan hadrah Qolbu Qur’an dari santri Pondok Seblak.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubanul Wathan, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat-ayat Alquran oleh siswi tunanetra dari SLB Muhammadiyah Jombang.
Ketua Yayasan Khoiriyah Hasyim Seblak, Hj Rika Fauziyah Andarini, turut menegaskan bahwa Pondok Seblak bukanlah tempat yang asing bagi Nyai Sinta. “Karena dulu almarhum Gus Dur pernah mengajar bahasa Arab di madrasah Seblak sini,” ujarnya. Ia juga berharap jalinan ukhuwah yang sudah terjalin dengan baik dapat terus dijaga.
Dalam kesempatan tersebut, Nyai Sinta berbagi pengalaman tentang sahur keliling yang telah dilakukannya selama 26 tahun, dimulai sejak masa mendampingi Gus Dur sebagai presiden. Ia mengungkapkan, sahur bersama kaum marjinal dan dhuafa telah menjadi rutinitasnya, baik di Jakarta, di tengah kuli bangunan, pedagang pasar, hingga di bawah kolong jembatan.
Nyai Sinta menegaskan pentingnya menjaga kerukunan di tengah perbedaan suku dan agama di Indonesia. “Karena kita pada hakikatnya satu, jadi tidak perlu gontok-gontokan,” pesan Nyai Sinta.
Ia berharap agar posisi dewan yang diperebutkan dapat digunakan untuk membangun bangsa, bukan untuk memecah belah negara. Ia optimistis Indonesia dapat menjadi bangsa besar jika mampu menjaga persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan.
Acara ditutup dengan salat Subuh berjamaah yang dipimpin oleh H Muhajir, Kepala Kemenag Jombang, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan sahur keliling yang penuh makna ini. [suf]






