Malang (beritajatim.com) – Sahur bersama di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dihadiri oleh istri almarhum KH Abdurrahkam Wahid (Gus Dur), Shinta Nuriyah, Senin (25/3/2024) dini hari. Dalam ceramah dan dialog kebangsaan, mantan Ibu Negara ini menyampaikan hikmah dari puasa Ramadhan sembari mengajak menjaga persatuan.
“Persatuan dan kesatuan bangsa harus dipertahankan sebaik-baiknya karna ini adalah pilar utama tegaknya Negara Republik Indonesia” jelasnya. Dengan adanya sahur bersama ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan, persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia,” ujarnya di hadapan audien.
Dijelaskannya bahwa puasa mengajarkan kita akhlak dan budi pekerti yang luhur. Kesabaran, kejujuran, saling tolong menolong, saling menghargai, dan saling mengasihi menjadi bagian dari akhlak dan budi pekerti luhur.
Shinta memandang, sebagai warga negara Indonesia yang terdiri dari berbagai agama, suku, dan keberagaman. Oleh sebab itu, tidak boleh saling menjelekkan dan menjatuhkan karna hakikatnya adalah saudara dan rakyat Indonesia.

“Kta tidak boleh saling menjelekkan dan menjatuhkan karna hakikatnya kita adalah saudara dan rakyat Indonesia. Mari terus jaga persatuan dan kesatuan Indonesia,” ucapnya menutup.
Sahur Keliling yang berlangsung di Aula Rektorat Lt.5, UIN Malang ini turut dihadiri Wakil Rektor 4, Dr. KH. Isroqunnajah. Ia hadir mewakili Rektor UIN Malang.
Isroqunnajah menyampaikan ungkapan bangganya atas kehadiran Dr. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid di Kampus UIN Malang. “Kami juga mengucapkan terima kasih banyak atas kedatangan Bu Nyai di kampus ini,” katanya. [dan/suf]






