Tuban (beritajatim.com) – Aksi konvoi dari perguruan silat di Kabupaten Tuban kembali terjadi. Tidak hanya konvoi, pendekar silat menusuk salah seorang warga menggunakan senjata tajam hingga mengalami luka di bagian perut.
Penusukan terjadi bermula dari konvoi yang dinilai mengganggu ketenangan warga. Gangguan akibat konvoi sambil bleyer-bleyer knalpot. Teguran warga justru membuat para pendekar silat emosi.
Kericuhan pun sempat terjadi. Salah satu pendekar silat bahkan menusuk warga pada bagian perut.
Kapolres Tuban AKBP Suryono menyatakan bahwa anggota perguruan silat yang melakukan konvoi di Kecamatan Bancar menusuk salah satu warga setempat.
“Kejadian di Bancar itu kita sudah amankan 5 orang,” ucap AKBP Suryono. Kamis (27/07/2023).
Menurutnya, kejadian di Kecamatan Bancar dan Kecamatan Plumpang sangat berbeda dan tidak saling berkaitan. “Di Bancar kejadiannya kemarin malam saat konvoi arak-arakan dan kabarnya menusuk warga setempat,” terang dia.
Atas kejadian itu, pihaknya telah menetapkan 5 tersangka dan akan dilakukan konferensi pers mendatang. “Kondisi korban sudah sehat kembali setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Suryono.
Ia berharap dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi rekan-rekan semuanya terutama anggota silat yang ada di Kabupaten Tuban. Tujuannya agar menghindari tindakan melawan hukum.
“Korbannya ada satu, ditusuk di bagian perut sebelah kiri,” ujar Suryono.
BACA JUGA:
Oknum Pesilat Bakar Motor di Tuban Terancam 7 Tahun Penjara
Pria asli Bojonegoro ini menjelaskan pemicu peristiwa tersebut diduga warga setempat yang melintas dan melihat anggota silat yang melakukan konvoi atau arak-arakan dan blayer-blayer hingga mengganggu ketertiban masyarakat.
“Kemungkinan merasa terganggu itu akhirnya ada konflik,” pungkasnya. [ayu/but]
![Saat Konvoi, Pendekar Silat Tusuk Perut Warga Tuban Kapolres Tuban AKBP Suryono saat dimintai keterangan. [Foto:Diah Ayu/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2023/07/1-81.jpg)





