Kampung Kreatif Jember Fashion Carnaval (JFC) yang diresmikan Bupati Hendy Siswanto di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Jumat (10/3/2023), tak ubahnya sebuah pengakuan terhadap eksistensi JFC sekaligus menandai era baru karnaval fesyen tersebut.
JFC digagas Dynand Fariz dan mulai digelar pada 1 Januari 2003. Ini sebuah karnaval fesyen tak biasa yang melibatkan ratusan warga biasa, yang tak selalu akrab dengan dunia yang identik dengan keglamoran itu. Catwalk-nya adalah jalan raya pusat kota sepanjang 3,6 kilometer.
Setelah 20 tahun, kini nama JFC dilekatkan pada sebuah destinasi wisata buatan bernama Kampung Kreatif JFC. Bupati Hendy Siswanto tanpa malu-malu mengakui penggunaan nama JFC itu untuk mendongkrak nama Jember. “Hari ini dinamakan Kampung Kreatif JFC, Jember numpang ke JFC supaya sama-sama terkenalnya. Pendiri JFC almarhum Dynand Fariz asli dari Jember,” katanya.
“JFC sudah terkenal di dunia dan berkelas internasional. JFC tampil di mana-mana, diundang Bapak Presiden kita. Ini luar biasa. Dua puluh tahun JFC eksis di Jember, memberikan kreasi-kreasi budaya luar biasa,” kata Hendy dalam sambutannya.
Hendy ingin Kampung Kreatif JFC menguatkan pariwisata di Jember. “Kampung Kreatif ini pintu masuk melihat Jember sebenarnya. Anda nanti akan diajak berkeliling Jember, tergantung Anda punya waktu berapa hari. Ini ada paketnya. Busnya sudah kami siapkan untuk mengajak berkeliling melihat wisata, budaya, dan UMKM Jember. Wisata religi, kita punya banyak,” katanya.
Sementara itu, bagi Presiden JFC Budi Setiawan, Kampung Kreatif JFC menjadi bagian dari periode kedua sejarah JFC. “Di sinilah jadi titik awal bagi kami, untuk merintis Kampung Kreatif JFC sebagai titik zero periode kedua kami, untuk menjadikan Jember sebagai kota destinasi wisata fashion carnaval Indonesia dan dunia,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”JFC”]
“Periode kedua ini kami anggap sebagai titik untuk melanjutkan mimpi Mas Dynand Fariz untuk menjadikan Jember kota wisata karnaval yang orang setiap saat pada akhirnya bisa berkunjung ke sini, bisa ber-experience, dan menceritakan ke orang lain,” kata Budi.
Budi ingin Kampung Kreatif Jember JFC menjadi tempat belajar bagi pengunjung, terutama generasi muda dan pelajar. “Di tempat ini adik-adik (pelajar) kita beri pengalaman. Something to see, something to learn, something to do, something to tell. Mereka datang ke sini, menyaksikan, mencoba, merasakan, dan kemudian mengalami kegiatan dengan manajemen event,” katanya
Nantinya, pengunjung akan diajak untuk tampil dalam seni pertunjukan, menikmati sajian usaha mikro kecil menengah, berkolaborasi dengan seniman, budayawan, dan pengerajin. “Dari sini kita akan perkenalkan mereka dengan destinasi wisata di sekitar Kecamatan Arjasa,” kata Budi.
“Ini adalah tempat kolaborasi. Di sini kami mendapatkan amanah. Kami melihat bupati memiliki tujuan mulia, yaitu menjadikan Jember lebih berdaya. Di sini kita akan perkenalkan kepada adik-adik kita Jember lebih dalam lagi, dari sisi budaya, sisi sejarah, sisi keanekaragaman wisata. Selepas itu, mereka akan bercerita kepada orang tua masing-masing, kepada saudara-saudara, kepada sahabat-sahabat, kata Budi.
Hendy meminta kepada warga untuk mendukung Kampung Kreatif JFC. “Mari kita berkolaborasi, Kampung Kreatif dijaga. Bagaimana menjaganya? Harus aman, harus bersih. Kalau ada wisatawan, disapa yang bagus. Jangan sampai hilang barangnya. Harus kita tawari yang bagus, kita beri informasi yang benar,” katanya.
Sebelum Kampung Kreatif JFC berdiri, gagasan museum Jember Fashion City sebenarnya pernah dikemukakan Hendy pada saat membuka pergelaran karnaval itu tahun lalu.“Dalam (museum) Jember Fashion City ini ada Jember Fashion Carnaval (JFC),” katanya di hadapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Minggu (7/8/2023).
Namun belakangan ide itu berbelok. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember dengan dukungan DPRD Jember justru hendak membangun museum biasa. Dengan dana Rp 1,073 miliar rencananya Hotel Kebonagung bakal dialihfungsikan.
“Konsepnya kami sesuaikan dengan ruang yang ada di museum inui. Museum ini bisa untuk semuanya, termasuk untuk batu-batu peninggalan zaman megalitikum dan kekinian seperti JFC (Jember Fashion Carnaval) dan seni budaya lainnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember Harry Agustriono, Senin (24/10/2022).
Namun rupanya daya pikat JFC terlalu kuat untuk diabaikan. Setelah sekian pembicaraan dengan JFC, akhirnya sebuah destinasi bernama Kampung Kreatif JFC dibuka di ruang terbuka hijau Kecamatan Arjasa. [wir/kun]






