Jember (beritajatim.com) – Grand Carnival Jember Fashion Carnaval (JFC) di Jalan Sudarman, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (5/8/2023) malam, mengambil tema Timelapse: Journey of The Earth dan menyebut setiap defile busana dengan ‘chapter’ (babak). Chapter 4 berjudul Religic yang meggambarkan kebangkitan agama.
“Bumi berkembang, keyakinan ditemukan. Setelah masa panjang perkembangan kerajaan purba, manusia mulai mempertanyakan eksistensi penciptaannya di dunia,” kata Presiden JFC Budi Setiawan, dalam siaran persnya.
“Beragam keyakinan muncul, mulai dari penyembahan terhadap alam, tata surya, hingga benda atau tempat yang disakralkan. Pada zaman ini, agama menjadi sesuatu yang begitu penting dalam kehidupan manusia,” kata Setiawan.
JFC menilai agama adalah sumber dari segala budaya, perilaku,kehidupan, dan persatuan. “Pada zaman ini, titik peradaban berkembang pesat, dan tata krama manusia mulai ditemukan,” kata Setiawan.
JFC sudah terselenggara 21 kali sejak 2003. Karnaval fesyen yang menjadikan jalan raya sepanjang 3,6 kilometer sebagai catwalk atau runway ini terdiri atas 10 defile. “Masing-masing defile berurutan sesuai penggambaran zaman, dimulai dari pembentukan alam semesta, ditemukannya manusia, hingga gambaran masa depan bumi,” kata Setiawan.
Menurut Setiawan, timelapse adalah teknik fotografi yang merekam serangkaian foto atau video dalam rentang waktu tertentu dengan interval waktu yang lebih lama dari biasanya. “Ketika foto-foto atau video tersebut diputar dengan kecepatan normal atau lebih cepat, pergerakan yang lambat atau perubahan yang terjadi seiring waktu akan tampak berlangsung dengan cepat,” katanya.
Kosakata ini kemudian digunakan JFC untuk menggambarkan perjalanan bumi dari masa lampau, kini, dan mendatang. “Dalam perjalanan yang tak terhingga ini, kita menyaksikan perubahan dan pergerakan yang luar biasa. JFC membawanya ke dalam pertunjukan yang menakjubkan, yang membawa kita melintasi waktu dan ruang,” kata Setiawan. [wir]






