Mojokerto (beritajatim.com) – Rute bus Trans Jatim koridor III yang menghubungkan Mojokerto-Gresik rencananya dilengkapi 40 halte sesuai hasil survei Dinas Perhubungan Jawa Timur. Rute ini akan diresmikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bulan depan.
Sebanyak 40 halte tersebut akan dibangun mulai dari Terminal Kertajaya Kota Mojokerto hingga Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Sebanyak 34 halte di antaranya dibangun di utara sungai, sementara 6 lainnya di wilayah Kota Mojokerto.
Sedangkan penentuan titik halte disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Yakni di dekat pusat perdagangan, wisata hingga fasilitas publik seperti sekolah, rumah sakit atau puskesmas, hingga kantor pemerintahan.
BACA JUGA:
Mojokerto Diminta Siapkan Rute Trans Jatim Koridor III
Tidak hanya di dekat area perdagangan dan wisata, halte juga didirikan di dekat hutan produktif kayu putih. Utamanya di Desa Suru dan Desa Dawarblandong yang sebagian besar masyarakat adalah petani hutan.
Tujuannya untuk memfasilitasi masyarakat agar mudah dalam mendistribusikan hasil pertaniannya. Diperkirakan, panjang trayek bus Trans Jatim III tersebut mencapai 30 km. Dishub Jatim turun menyurvei lokasi yang akan dijadikan halte naik turun penumpang.
BACA JUGA:
Bus Trans Jatim Tambah Rute ke Balongpanggang Gresik
Dishub Jatim yang didampingi Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto juga mengukur jarak halte dengan badan jalan. Termasuk mengecek dimensi jalan yang layak sebelum bisa dilewati bus yang pembangunannya ditargetkan dua pekan sudah bisa dimulai.
“Panjang trayeknya kemungkinan 30 km dengan menyambungkan beberapa fasilitas publik dan pusat perdagangan masyarakat sehingga roda ekonomi di wilayah utara sungai bisa bangkit,” tegas Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto, Rakhmat Suharyono. [tin/beq]






