Tuban (beritajatim.com) – Peristiwa ambruknya atap di Pasar Sore Tuban pada (21/06) malam, Sekretaris Daerah (Sekda) Tuban Dr. Ir. Budi Wiyana beberkan soal tahapan perencanaan revitalisasi masih dikaji. Selasa (25/06/2024).
Diketahui, kondisi di Pasar Sore Tuban memang sangat memprihatinkan, kian hari makin sepi pengunjung, bahkan hampir tidak ada pembeli.
Beruntungnya dari peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun, para pedagang yang berjualan disana terpaksa harus tutup terlebih dahulu, sampai Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban menindaklanjuti.
Seperti yang diungkapkan salah satu pedagang di Pasar Sore Tuban bernama Lilik saat itu ia sedang berjualan, namun tiba-tiba atap langsung runtuh.
Kejadiannya begitu cepat, sehingga para pedagang berusaha menyelamatkan barang dagangannya. “Iya panik waktu itu, tiba-tiba runtuh semua,” kata Lilik.
Ia juga mengeluhkan sepinya pengunjung dan adanya kejadian tersebut para pedagang memilih tutup. Sebab, dikhawatirkan bangunan tersebut sudah tidak bertahan lagi.
“Tutup semua mbak, ambruknya aja kayak gitu, setiap hari ya sepi, gak ada pembeli,” terang dia.
Sementara itu, pasca runtuhnya atap Pasar Sore Tuban ini, Sekda Tuban sudah membahas dengan dinas terkait yakni Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopumdag) mengenai tahapan-tahapan yang akan dilakukan.
“Sudah kita tugaskan dinas Kopumdag untuk melaksanakan tahapan-tahapan kegiatan mulai dari perencanaan sampai dengan nanti bagaimana secara darurat untuk menangani para pedagang yang terdampak,” tutur Budi Wiyana.
Saat ditanya mengenai perencanaan bakal dirobohkan seluruh bangunan atau diperbaiki, Budi Wiyana belum bisa membocorkan perencanaan tersebut. Sebab masih dalam kajian.
“Kita masih kaji dan melakukan pertimbangan, tapi yang penting agar mereka yang berdagang ini ada penanganan sementara,” paparnya.
Pihaknya juga menyampaikan faktor runtuhnya atap di Pasar Sore Tuban ini dikarenakan kayu keropos karena seringnya terkena angin laut dari Pantai Boom.
Memang dari jarak antara Pantai Boom Tuban dengan Pasar Sore Tuban hanya beberapa meter saja, sehingga seringnya terkena angin laut, atap mudah runtuh.
“Saya kira penyebabnya itu ya, tapi Insya Allah berbagai tahapan sudah dilaksanakan oleh Diskopumdag,” pungkasnya. [ayu/aje]






