Ngawi (beritajatim.com) – Hujan deras dan angin kencang melanda Desa Sukowiyono, Padas, Ngawi, Jawa Timur, Minggu (6/11/2022) pukul 13.30 WIB. Akibatnya satu rumah huni milik warga setempat ambruk. Rumah berdinding kayu dan anyaman bambu itu tak kuat menahan terjangan angin hingga ambruk dan atapnya menimpa sejumlah barang. Beruntung si pemilik rumah tidak mengalami luka.
Adalah Heri Purnomo (37) warga Dusun Sukowiyono RT 2 Rw 04 desa setempat. Pria difabel itu hidup terpisah dengan keluarganya dan hidup sendiri di rumahnya. Saat kejadian, dia tengah berada di sawah di belakang rumahnya untuk memanen padi. Dia pun sempat pingsan usai mengetahui rumah yang ditinggalinya ambruk tak bersisa.
“Angin kencang berhembus dari arah utara, saat itu juga langsung rumah milik Pak Purnomo ini ambruk. Saat itu kami kira Pak Pur di dalam rumah, tapi ternyata sedang memanen padi di sawah belakang rumah. Begitu tahu rumahnya ambruk langsung pingsan,” kaya Ari Wijayanti, tetangga Heri.

Warga setempat lantas melakukan pembersihan usai melihat rumah milik pria yang tuna wicara itu ambruk. Warga bergotong royong untuk memisahkan barang yang masih bisa dipakai di rumah milik pria yang biasa bekerja serabutan itu.
“Ada beberapa barang berharga yang rusak usai atap rumah roboh. Langsung dipinggirkan sama warga. Ini masih istirahat di rumah tetangga dulu, kemungkinan nanti menyusul istrinya di Desa Legowetan,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-ngawi”]
Diketahui, Heri kerap bekerja serabutan mulai jadi buruh tani, pekerja kebersihan di SPBU Kedungprahu, tukang pijat, hingga tukang sol sepatu. Dia sengaja tidak tinggal dengan sang istri dan memilih tinggal di rumahnya agar bisa merawat tanaman padi di sawah belakang rumah.
Masyarakat tetap diminta waspada. BMKG Juanda masih memperingatkan adanya potensi hujan deras mulai tanggal 4 November 2022 hingga 10 November 2022. Seluruh wilayah Jawa Timur termasuk Ngawi berpotensi terjadi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta untuk selalu waspada dan melakukan mitigasi bencana dengan membersihkan saluran air, menebang pohon yang berpotensi tumbang, serta menjauhi area yang rawan terjadi bencana. [fiq/but]






