Pacitan (beritajatim.com) – Anak penyandang disabilitas di Kabupaten Pacitan kini tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan kesehatan maupun terapi hingga ke luar daerah seperti Temanggung.
Pemerintah Kabupaten Pacitan resmi membuka Rumah Terapi Tanda Cinta yang berlokasi di Desa Wiyoro, Kecamatan Ngadirojo, sebagai pusat layanan terapi gratis bagi anak berkebutuhan khusus.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, dr Daru Mustikoaji, mengatakan pendirian rumah terapi ini merupakan tindak lanjut rekomendasi dari Sentra Terpadu Kartini Temanggung dan Dinas Sosial, menyusul tingginya jumlah anak disabilitas di wilayah Ngadirojo dan sekitarnya.
“Rumah terapi ini mengusung konsep pelayanan gratis bagi penyandang disabilitas. Di wilayah Ngadirojo cukup banyak anak-anak yang membutuhkan terapi, sehingga Sentra Terpadu Kartini Temanggung merekomendasikan dibukanya layanan disini,” ujarnya.
Untuk operasional layanan, Dinas Kesehatan memanfaatkan Gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Wiyoro yang dinilai masih memiliki ruang memadai. Bagian kanan gedung digunakan untuk layanan kesehatan umum dengan tenaga medis dan bidan, sedangkan bagian kiri difungsikan sebagai rumah terapi yang diberi nama Rumah Terapi Tanda Cinta.
“Ini merupakan kolaborasi antara Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan. Pengorganisasian dan administrasi ditangani Dinsos, sementara pelayanan terapi dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Ngadirojo,” jelas dr Daru.
Sementara itu, Pekerja Sosial Sentra Terpadu Kartini, Ambarina Murdiyati, menyebut Kecamatan Ngadirojo menjadi salah satu wilayah dengan populasi anak disabilitas dan anak berkebutuhan khusus yang cukup tinggi. Tercatat sekitar 46 anak membutuhkan layanan terapi.
“Bantuan meliputi peralatan fisioterapi, okupasi terapi, dan terapi wicara. Untuk SDM serta fasilitas lainnya berasal dari pemerintah daerah,” katanya.
Launching Rumah Terapi ditandai dengan pemotongan pita oleh Bunda Paud Kabupaten Pacitan Evi Suraningsih. Dalam kesempatan tersebut, para tamu undangan juga meninjau langsung proses terapi yang dilakukan oleh tenaga fisioterapis kepada anak-anak penyandang disabilitas yang menjadi peserta layanan Rumah Terapi Tanda Cinta.
Bunda Evi menyambut baik dibukanya rumah terapi tersebut dan berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ini secara maksimal.
“Dulu kami harus ke Ponorogo untuk terapi. Sekarang sudah ada di Ngadirojo. Semoga dimanfaatkan sebaik-baiknya dan membawa berkah bagi warga sekitar,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan ibu hamil sebagai upaya pencegahan risiko disabilitas pada anak.
“Sebagai sesama ibu, saya berpesan agar para ibu hamil menjaga kehamilannya dengan baik, bahagia lahir dan batin. Bukan hanya ibu, tetapi suami dan keluarga juga harus memberikan dukungan penuh,” imbuhnya. (tri/ted)






