Sidoarjo (beritajatim.com) – Terjadi aksi pelemparan botol minuman keras (miras) ke rumah sesepuh Pagar Nusa Sidoarjo yang ada di Desa Ganting, Gedangan. Aksi tersebut terekam CCTV. Pelaku saat beraksi menggunakan baju serba hitam.
Berdasar rekaman CCTV yang dipasang oleh Edi Heri Wardoyo, selaku pemilik rumah, pelaku pelemparan botol miras tersebut 1 orang. Namun tampak gerombolan lainnya menunggu di seberang jalan.
“Saya tidak mau berandai-andai atau menuduh siapa pelakunya. Dilihat dari CCTV mereka pakai pakaian serba hitam,” ujar Wardoyo, Senin (20/6/2022).
Dari rekaman CCTV terlihat gerombolan pelaku diketahui berjumlah lebih dari 1 orang. Mereka berjalan dari arah barat menggunakan beberapa motor dan berboncengan.
Anak dari Wardoyo, bernama Dwi menambahkan, bahwa insiden pelemparan, penganiayaan serta pengerusakan tersebut terjadi di rumahnya tidak hanya sekali ini saja. Bahwa kejadian kemarin adalah satu dari rentetan insiden teror yang selama ini keluarga mereka alami.
“Mereka melemparkan botol miras kosong ke arah kaca rumah. Kejadian pelemparan ini nggak hanya sekali atau dua kali, mas. Sudah sejak September 2021. Yang paling sering ya lempar batu,” ungkap Dwi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”pagar-nusa”]
Dwi menjelaskan, dirinya bersama keluarga secara terpaksa menutup semua kegiatan mengaji dan kegiatan latihan pencak silat yang diperuntukkan untuk yatim piatu tersebut. Hal itu lantaran keluarganya tidak mau adanya korban.
Penutupan kegiatan belajar-mengajar dan mengaji tersebut praktis sudah tidak dijalankan sejak September 2021.
“Abah mewanti-wanti saya untuk tidak boleh melawan, meskipun saya seringkali menjadi tameng dan dipukuli untuk ngelindungi adik-adik. Kalau memang mereka menginginkan untuk tempat silat ini ditutup, saya tutup sekarang juga kok. Tapi tolong biarkan kami ngaji lagi seperti dulu, kasihan anak-anak,” pungkasnya mengeluh. [isa/but]






