Bojonegoro (beritajatim.com) — Sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Babat–Bojonegoro No 189, Desa Kabunan, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro, hangus dilalap si jago merah pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025. Insiden ini terjadi sekitar pukul 02.15 WIB dan mengakibatkan kerugian material ditaksir mencapai Rp100 juta.
Bangunan tersebut diketahui milik Mulyono (65), seorang wiraswasta setempat. Api pertama kali dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro pada pukul 02.41 WIB, saat kobaran api sudah membesar hingga merambat ke bagian atap rumah makan berukuran 13×15 meter tersebut.
“Kami menerima laporan kebakaran dalam kondisi api sudah membesar. Tim Damkarmat Pos Kota segera bergerak dan tiba di lokasi lima menit setelah diberangkatkan,” ungkap Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro, Ahmad Agus Salim.
Dalam upaya pemadaman, Damkarmat mengerahkan tiga unit armada, yakni satu unit fire truck dari Pos Sumberejo, satu unit fire truck dari Firedome Pos Kota, dan satu unit water supply. Sebanyak sepuluh personel dilibatkan dalam operasi yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 04.31 WIB.
Meskipun bangunan dan isi rumah makan habis terbakar, petugas berhasil mencegah api merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Salah satu properti yang berhasil diselamatkan adalah rumah dua lantai milik Choirul Anam yang terletak tepat di belakang titik api.
Rumah tersebut ditaksir memiliki nilai mencapai Rp800 juta. Selain itu, warung kopi ‘B Oke Coffee’ yang berada di sisi timur lokasi kebakaran juga berhasil diselamatkan dari jilatan api, dengan nilai bangunan sekitar Rp100 juta.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini. Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian,” lanjutnya.
Usai pemadaman, petugas Damkarmat turut memberikan edukasi kepada warga setempat tentang pencegahan kebakaran serta penanganan awal saat kejadian serupa terjadi. Selain itu, dilakukan pula sosialisasi terkait peran dan fungsi Damkarmat serta pembagian nomor call center agar warga lebih sigap dalam melaporkan kejadian darurat. [lus/suf]






