Bangkalan (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri) Muhammad Hafid dan istrinya Masfufah warga Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Tonjung, Kabupaten Bangkalan kini hidup terlantar. Keadaan itu terjadi setelah rumah yang menjadi tempat tinggal dijual oleh anaknya.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) setempat, Wibagio Suharta mengatakan, pihaknya melakukan evakuasi terhadap kedua lansia. Mereka dibawa ke rumah singgah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.
“Dua orang pasutri yang sudah lanjut usia itu sudah kami evakuasi ke rumah singgah,” terangnya, Kamis (23/11/2023).
Wibagio menambahkan, kedua lansia itu ditemukan di emperan depan rumah kos yang berada di belakang Stadion Gelora Bangkalan (SGB). Hafid bersama istri awalnya menyewa rumah kos tersebut.
“Namun, karena tidak memiliki uang untuk membayar rumah kos, keduanya harus keluar. Kemudian tinggal di emperan kos,” imbuhnya.
Ia menjelaskan, Hafid merupakan pensiunan ASN dan istrinya pensiunan guru honorer. Saat ini kondisi Hafid kesulitan untuk berjalan karena pernah mengalami stroke. Sedangkan istrinya hanya bisa berbaring lantaran sakit.
“Yang lebih memprihatinkan, kondisi kedua orang tua ini sedang sakit,” tambahnya.
Ia mengatakan, dalam tiga hari ke depan, dua lansia ini akan menempati rumah singgah. Setelah itu, pihak Dinsos akan menyewakan rumah kos sementara untuk keduanya sembari menunggu respon dari pihak keluarga.
BACA JUGA:
Korban Pencabulan di Bangkalan Belum Dapat Perlindungan
Sekadar diketahui, sebelum semua kondisi ini terjadi, Hafid dan istrinya merupakan keluarga yang berkecukupan karena punya rumah dan mobil. Namun anak tiri Hafid kerap bermasalah dengan hukum hingga terlibat kasus narkoba. Hafid terpaksa menjual hartanya untuk kebutuhan anak tirinya tersebut.
“Dulu mereka berkecukupan dan saat ini telah habis dijual oleh anaknya,” tandasnya. [sar/but]






