Surabaya (beritajatim.com) – Tahap bongkar bangunan bekas rumah warga untuk proyek flyover di Kampung Taman Pelangi, Surabaya, mencapai proses pengangkatan jaringan listrik dan PDAM.
Pengangkatan jaringan di bekas rumah warga ini penting dilakukan, sebelum pekerja mengerahkan total seluruh banguan yang masih tersisa dengan alat berat.
“Setelah pengangkatan jaringannya selesai, nanti baru dilakukan pembongkaran keseluruhan,” kata seorang pekerja, Rabu (14/1/2206).
Ia juga menyampaikan, pengangkatan jaringan ini dilakukan dengan penuh kehati-hatian, khususnya untuk jaringan listrik; agar pekerja tidak tersengat saat bongkar.
“Kalau jaringan listrik tidak diangkat terlebih dulu, takut nanti saat proses bongkar pekerjaanya kena setrum,” ucapnya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa pemberian hak ganti rugi terhadap seluruh lahan warga di kampung tersebut sudah diberikan sepenuhnya. Tinggal meratakan semua bangunan dan melapor ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Besok, mungkin insyaallah (saat) pagi juga akan memastikan di Taman Pelangi untuk memastikan (bangunan) sudah rata dan kami sampaikan kepada kementerian,” ungkap Wali Kota Surabaya itu.
Seperti diketahui, langkah pembebasan lahan dan juga pembongkaran Kampung Taman Pelangi ini menjadi pembuka jalan bagi Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memulai pembangunan proyek flyover di ruas Jalan Ahmad Yani Surabaya secara bertahap, sepanjang tahun 2026 hingga 2027.
Proyek strategis ini diharapkan menjadi solusi efektif untuk mengurai kemacetan parah yang selama ini terjadi di wilayah perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Dengan hadirnya jembatan layang atau flyover tersebut, mobilitas kendaraan warga serta arus distribusi barang diharapkan dapat berjalan jauh lebih lancar dan efisien. (rma/ted)







1 Komentar
sebetulnya yg sangat membutuhkan Fly over itu di Bundaran Waru, yg selalu macet setiap hari bukan yg lainnya di Jl. Ahmad Yani, Bundaran Waru ini yg menyebabkan kemacetan di Jl. Yani