Ringkasan Berita
Persik Kediri mengakhiri kebersamaan dengan Leonardo Navacchio setelah dua musim.
Leo menjadi kiper asing pertama yang membela Macan Putih.
Penjaga gawang asal Brasil mencatat 10 clean sheet pada musim debutnya.
Manajemen mengapresiasi kontribusi dan kepemimpinan Leo di dalam tim.
Kediri (beritajatim.com) – Persik Kediri resmi mengumumkan perpisahan dengan penjaga gawang Leonardo Navacchio setelah dua musim memperkuat Macan Putih. Kiper asal Brasil tersebut meninggalkan jejak sebagai pemain asing pertama yang mengawal gawang Persik Kediri sekaligus menjadi salah satu sosok penting dalam perjalanan tim selama dua musim terakhir.
Penampilan konsisten, penyelamatan krusial, dan kepemimpinannya di lapangan membuat Leonardo Navacchio menjadi salah satu pemain yang mendapat tempat di hati suporter Persikmania.
Kiper Asing Pertama dalam Sejarah Persik Kediri
Leonardo Navacchio bergabung dengan Persik Kediri pada awal musim Super League 2024/2025.
Kedatangannya mencatat sejarah baru karena menjadi kiper asing pertama yang mengenakan seragam Macan Putih.
Pada musim debutnya, penjaga gawang dengan tinggi badan 1,92 meter itu langsung menunjukkan kualitas dengan tampil dalam 28 pertandingan dan membukukan 10 clean sheet.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi saat Persik Kediri menghadapi PS Barito Putera pada pekan keempat kompetisi.
Ketika pertandingan memasuki masa injury time dan Persik dihukum penalti, Leo berhasil menggagalkan eksekusi lawan sehingga menyelamatkan tim dari kekalahan.
Konsisten Bersinar pada Musim Kedua
Performa impresif Leo berlanjut pada musim Super League 2025/2026.
Pada laga pembuka melawan Bali United, ia tampil gemilang dengan mencatat delapan penyelamatan dan dinobatkan sebagai Player of the Match, sekaligus menjadi pemain Persik Kediri pertama yang meraih penghargaan tersebut pada musim 2025/2026.
Sepanjang kompetisi, aksi penyelamatannya juga tiga kali terpilih sebagai Best Save of the Week, masing-masing pada pekan keempat, pekan ke-14, dan pekan ke-16.
Salah satu pertandingan terbaiknya terjadi saat Persik Kediri menjamu Persib Bandung.
Dalam laga yang berakhir imbang 1-1 tersebut, Leo melakukan sedikitnya tiga penyelamatan krusial yang menjaga gawang Macan Putih tetap aman dari ancaman tim tamu.
Selain itu, kiper kelahiran Brasil tersebut juga beberapa kali masuk dalam daftar Best XI of the Week berkat performanya yang konsisten sepanjang musim.
Manajemen Apresiasi Dedikasi Leo
Manajer tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar yang diberikan Leonardo Navacchio selama dua musim membela klub.
Menurutnya, Leo bukan hanya memberikan rasa aman di bawah mistar, tetapi juga menghadirkan energi positif dan kepemimpinan yang menginspirasi rekan-rekannya.
“Leo datang membawa perubahan yang sangat berarti. Leo adalah pemain dengan kontribusi besar selama dua musim bersama kami, pemain penting dengan peran krusial di sejumlah kesempatan. Energi dan semangat yang dibawa Leo selalu menginspirasi pemain lain di lapangan, bahkan di saat-saat sulit. Pemain berkarakter yang akan selalu dikenang semua orang di klub dan para suporter,” ujar Rachmad Tri Kuncara.
Tinggalkan Kenangan bagi Persikmania
Perpisahan dengan Leonardo Navacchio menjadi salah satu bagian dari proses pembentukan skuad Persik Kediri menghadapi musim kompetisi berikutnya.
Meski kerja sama telah berakhir, manajemen berharap kiper berusia 32 tahun itu terus melanjutkan performa terbaiknya di klub berikutnya.
“Banyak momen berharga tercipta bersama Leo. Kami berharap Leo terus memperlihatkan performa terbaiknya serta meraih sukses yang lebih baik lagi di masa depan,” pungkas Kuncara.
Selama dua musim berseragam Persik Kediri, Leonardo Navacchio tidak hanya meninggalkan catatan statistik yang impresif, tetapi juga dikenang sebagai sosok pemimpin di lini belakang yang berperan besar menjaga daya saing Macan Putih di kompetisi Super League. [nm/aje]






