Jember (beritajatim.com) – Ruang guru Sekolah Dasar Negeri Pakis 01 di Desa Pakis, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember, Jawa Timur, roboh. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Tanda-tanda robohnya bangunan ruang guru tersebut sudah terlihat pada pukul 08.00 WIB, Senin 914/4/2025). Saat itu tembok bagian depan ruang guru sudah miring condong ke bagian depan.
Kepala SDN Pakis 01 Achmad Ghozi memerintahkan para guru untuk mengevakuasi semua barang penting di dalam kelas. Benar saja, saat hujan gerimis turun pada pukul 15.45 WIB, ruang guru berukuran 56 meter persegi tersebut roboh. Saat ini ruang kepala sekolah berukuran 35 meter persegi juga berpotensi roboh.
Badan Penanggulanganm Bencana Daerah (BPBD) Jember bergerak melakukan sterilisasi ruangan guru yang ambruk dan ruang kepala sekolah yang berpotensi roboh. “Kami bersihkan material ruang guru yang berpotensi membahayakan siswa saat terjadi kegiatan belajar mengajar,” kata Kepala BPBD Jember Widodo Julianto, Selasa (15/4/2025).
Sementara waktu garis batas dipasang di sekitar area bangunan yang roboh untuk mencegah aktivitas siswa di sana. “Kami mengimbau kepada warga untuk mewaspadai cuaca ekstrem dan mencari tempat aman saat terjadi cuaca ekstrem,” kata Widodo.
Bupati Muhammad Fawait mengaku terkejut dengan kondisi sarana dan prasarana pendidikan di Jember. “Dalam beberapa tahun terakhir ini tidak ada perbaikan signifikan. Maka dimulai dari efisiensi, dilanjutkan Perubahan APBD, nanti akan jadi satu prioritas kita: anggaran perbaikan sarana-prasarana sekolah,” katanya.
Senin pekan depan, Fawait akan berkantor di sejumlah desa untuk meninjau lokasi sekolah yang perlu perbaikan. “Ini tentu PR besar. Berat, sudah pasti berat. Tapi bukan berarti kami berpangku tangan saja. Kami akan mencari solusi,” katanya.
Fawait segera berkomunikasi dengan pemerintah pusat agar perbaikan kerusakan infrastruktur sekolah di Kabupaten Jember bisa disinergikan. “Kondisinya memprihatinkan. Banyak sekolah kita yang rusak ringan dan rusak berat,” katanya.
Perbaikan infrastruktur sekolah tersebut akan dilakukan bertahap. Namun Fawait berharap tahun ini perbaikan bisa dilakukan sebanyak-banyaknya.
“Yang jelas anggaran tahun ini akan jadi salah satu yang terbesar dalam empat lima tahun belakangan. Ini bagian dari bentuk keberpihakan kami untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jember,” kata Fawait. [wir]






