Sampang (beritajatim.com) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh. Zyn Kabupaten Sampang, Madura. Merawat empat orang pasien Coronavirus Diesase 2019 (Covid-19). Hal itu disampaikan oleh Direktur RSUD dr Agus Akhmadi.
“Empat atau dua orang pasein yang dirawat, dan pagi ini masih ada satu lagi pasien tetapi menunggu hasil Polymarase Chain Reaction (PCR) sebagai mekanisme membaca kode genetik pada sampel DNA,” kata dr Agus Akhmadi, Selasa (1/11/2022).
Agus menambahkan, dengan situasi ini, pihaknya berharap kepada masyarakat untuk selalu menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) seperti memakai masker, membawa hand sanitizer dan jangan lupa mencuci tangan dengan air mengalir untuk mengantisipasi adanya penyebaran virus.
“Kalau tidak perlu bergerombol, ya hindari bergerombol, dan jangan lupa tetap memperketat Prokes,” harap direktur RSUD Sampang.
Masih kata agus, sesuai data yang diterimanya, khusus di daerah Sidoarjo, terdapat 20 warga suspek Covid 19 varian Omicron XBB dengan gejala flu, demam dan batuk. “Jika Sidoarjo kenak, Surabaya pasti kenak dan Sampang merupakan daerah yang rawan,” tegasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-19″]
Terpisah, Sekertaris Komisi IV DPRD Sampang, Aulia Rahman yang membidangi kesehatan menegaskan, agar Pemerintah daerag lebih serius menangani adanya varian baru Covid 19 Omicron XBB. Terutama memaksimalkan tugas Satgas dan posko Covid dalam mengeluarkan rekomendasi yang menimbulkan kerumunan massa.
“Kami berharap pemerintah lebih serius menangani kasus Omicron XBB, supaya tidak memakan banyak korban,” singkatnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, informasi yang diterima koordinator Posko Covid-19 Kabupaten Sampang, bahwa terhitung bulan Oktober 2022 pada minggu ke 3, angka penemuan kasus baru Covid 19 di wilayah Jawa Timur kisaran 200 kasus, dan ini menempati peringkat kedua setelah Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta. [sar/but]






