Blitar (beritajatim.com) – Mewah dan glamor, kesan itulah yang terlihat dari lobi Rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar. Sejak tanggal 29 November 2022 lalu, wajah lobi RSUD Ngudi Waluyo berubah tampilan layaknya hotel bintang 5.
Perombakan tampilan lobi ini dilakukan untuk menghapus kesan seram rumah sakit, bagi para pasien. Selain itu perubahan tampilan lobi ini merupakan upaya untuk menciptakan kenyamanan bagi para pasien.
“Kita rubah tampilan lobi rumah sakit ini seperti hotel bintang lima lah, agar menghilang kesan seram dan membuat nyaman pasien dan keluarga penunggu,” kata Mustiko, Koordinator Humas RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Rabu (30/11/2022).
Perbaikan Fasilitas pelayanan di RSUD Ngudi Waluyo ini, dilakukan juga sebagai langkah mewujudkan Hospital Tourism. Nantinya rumah umum pertama di Kabupaten Blitar itu diharapkan bisa menjadi tempat untuk berobat warga sekaligus sebagai lokasi wisata.
Pihak RSUD Ngudi Waluyo Wlingi sendiri sejak beberapa tahun terakhir memang mengusung konsep Hospital Tourism. Melalui konsep tersebut para pasien akan disuguhi dengan nuansa berwisata yang bisa mencegah terjadinya stres berlebihan. Selain itu suasana yang segar dan berkonsep wisata diyakini bisa membantu mempercepat proses penyembuhan pasien.
“Jadi dalam hal ini sebagai upaya kita untuk menciptakan hospital tourism, artinya rumah sakit ini tidak hanya jadi tempat berobat tapi juga wisata” imbuhnya.
Perbaikan Fasilitas ini, dilakukan di semua sudut ruangan lobi rumah sakit mulai dari kursi duduk hingga bagian atap. Semua dikonsep seperti lobi hotel yang jauh dari kesan seram atau serius.

Penambahan jaringan internet gratis bagi warga juga diberikan di ruangan lobi ini. Pemasangan mesin anjungan pelayanan juga telah dilakukan untuk mempercepat layanan bagi pasien. Tidak hanya itu, Tenaga Kesehatan yang memberikan pelayanan pun ikut pelatihan khusus agar mampu memberikan pelayanan prima bagi pasien dan keluarga penunggu.
“Jaringan WiFi gratis hingga pemberian mesin anjungan pelayanan juga kita lakukan agar mempercepat proses pelayanan, SDM juga kita tingkatkan,” jelas Mustiko.
Penataan Konsep ruang pelayanan juga dilakukan sesuai alur agar mempercepat proses penanganan pasien. Hal juga bertujuan untuk mengurangi antrean yang bisa menyebabkan pasien stres atau bahkan keterlambatan pelayanan.
[berita-terkait number=”3″ tag=”blitar”]
Dalam waktu dekat RSUD Ngudi Waluyo juga akan menambah tempat baca. Pertimbangan untuk memberikan mini kafe juga tengah dibahas agar konsep Hospital Tourism yang diusung benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat.
“Penataan ruang pelayanan kita sesuaikan alur agar mempercepat, pojok baca serta mini kafe juga sedang kita usulkan agar, suasana Hospital Tourism benar-benar terasa,” pungkasnya. [owi/but]






