Ponorogo (beritajatim.com) – RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Bantarangin atau juga bisa disebut Hospitel Bantarangin diresmikan. Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko pada Jumat (17/11) malam.
Orang nomor satu di bumi reog itu berharap, petugas rumah sakit atau tenaga kesehatan (nakes) baik itu dokter maupun perawat harus full senyum. Kelak kalau ada pasien berobat, dengan pelayanan prima yang diberikan, si pasien bisa cepat sembuh.
“Saya harap Hospitel Bantarangin bisa menjadi RS jagoan. Petugasnya harus senyum, wangi, ramah dan sabar,” ungkap Bupati Sugiri Sancoko usai meresmikan, ditulis Sabtu (18/11/2023).
Untuk merealisasikan itu, perawat dan dokter yang ditempatkan di rumah sakit yang berada di Kecamatan Kauman itu merupakan tenaga kesehatan (nakes) yang handal di tempat kerjanya sebelumnya.
BACA JUGA: Peringati HKN ke-59, Bupati Ponorogo Tekankan Pentingnya 6 Pilar Transformasi Kesehatan
Ia mengaku mencari yang paling senyum, wangi, ramah dan sabar. “Kita utamakan SDM yang paling unggul dari puskesmas-puskesmas dan RSUD dr. Harjono,” katanya.
Selain melayani masyarakat di bagian barat kota atau biasa disebut kulon kali, layanan kesehatan Hospitel Bantarangin, kata Giri, juga bisa dimanfaatkan oleh warga yang membutuhkan pertolongan medis di luar Ponorogo terutama di wilayah perbatasan.
BACA JUGA: Gelar Pekan Kreatif Ponorogo, Bupati Sugiri Sancoko: Bisa Berdampak Positif untuk Ekonomi
Seperti dari Nawangan dan Bandar di Kabupaten Pacitan, Parang dan Lembeyan di Magetan dan Purwantoro maupun Slogohimo di Kabupaten Wonogiri di Provinsi Jawa Tengah. “Ini bisa jadi episentrum kesehatan. Bandar atau Nawangan lebih dekat ke sini dibanding ke Pacitan, Purwantoro maupun Slogohimo lebih dekat ke sini daripada ke Wonogiri,” katanya.
Peresmian Hospitel Bantarangin juga ditandai dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk pada Jumat malam. Yakni dengan dalang Ki Yatno Gondo Darsono dari Kecamatan Kauman. [end/suf]






