Malang (beritajatim.com) – TNI dan Pemkot Malang berupaya menangani penyebaran Covid-19 dengan mendirikan RS Lapangan di komplek RST Soepraon, Malang. RS Lapangan ini di bawah pengampu atau tanggungjawab Yonkes 2 Kostrad Malang.
“Ini kita siapkan. Apabila Bed Occupancy Rate (BOR)-nya di RST Soepraon penuh 100 persen. Maka pasien di RST dilarikan ke rumah sakit lapangan,” ujar Kakesdam V Brawijaya, Kolonel CKM dr. Djanuar Fitriadi, Senin (12/7/2021).
RS Lapangan ini berkapasitas 160 kasur pasien Covid-19. Untuk saat ini baru 100 kasur yang bisa digunakan dan akan ditambah 60 kasur lagi. RS Lapangan diperuntukan bagi pasien gejala ringan dan sedang. Untuk tenaga kesehatan disiapkan dari TNI dan RST Soepraon.
“Untuk tenaga kesehatan kita siapkan dari Yonkes 2 Kostrad sebanyak 108 orang. Terdiri dari 3 dokter spesialis. Ditambah Nakes dari RS Soepraon untuk supervisi dan penguatan di RS Lapangan ini,” kata Djanuar.
[berita-terkait number=”5″ tag=”covid-19-malang”]
Wali Kota Malang Sutiaji bersyukur TNI merespon cepat kebutuhan kasur pasien Covid-19 dengan mendirikan RS Lapangan. Kondisi RS rujukan Covid-19 di Kota Malang saat ini sudah penuh bahkan melebihi kapasitas. Untuk itu, keberadaan RS Lapangan menjadi angin segar bagi penanganan Covid-19 di daerah ini.
“Apa yang bisa kami lakukan pertama keamanan nakes dan pasien dari segi Standar Operasional Prosedur (SOP). Ini bisa memecahkan permaslahan ketersediaan bed di Malang Raya. Sekali lagi ini bukan untuk Kota Malang, Kabupaten Malang, atau Kota Batu tapi untuk semuanya jadi wilayahnya se Jawa Timur,” tandas Sutiaji. [luc/suf]






