Jombang (beritajati.com) – Jika tidak adal aral melintang, RS (Rumah Sakit) Hasyim Asyari Tebuireng Jombang beroperasi secara formal akhir tahun ini. Rumah sakit tersebut berada di kawasan komplek makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. RS ini juga berdekatan dengan MINHA (Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari).
Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan menebar manfaat untuk umat, terutama kaum dhuafa. Seperti itulah yang dicita-citakan oleh almarhum KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, inisiator RS Hasyim Asyari Tebuireng Jombang. Sayangnya, Gus Sholah tak sempat melihat RS berlantai tiga ini berdiri megah. Karena Gus Sholah lebih dulu meninggal, yakni pada Minggu (2/2/2020).
Gus Sholah hanya menyaksikan peletakan batu pertama serta pembangunan fondasi rumah sakit ini. “Cita-cita Gus Sholah semasa hidup adalah mendirikan rumah sakit di Tebuireng. Cita-cita itu akhirnya terwujud. Namun saat RS Hasyim Asyari berdiri, Gus Sholah sudah berpulang,” ujar Nyai Farida Salahuddin Wahid, istri mendiang Gus Sholah ketika ditemui pekan lalu di RS Hasyim Asyari saat acara sunatan massal dalam rangkan peringatan 77 tahun Resolusi Jihad.
[berita-terkait number=”3″ tag=”pesantren-tebuireng”]
Selain bangunannya megah, rumah sakit tersebut juga sangat asri. Pepohonan rindang tumbuh menghijau di sekitarnya. Di kanan kirinya, area persawahan membentang luas. Komplek makam Gus Dur terlihat jelas dari rumah sakit ini. Juga menara MINHA nampak dengan jelas.
“Pada September 2018, Dompet Dhuafa melakukan peletakkan batu pertama dalam rangka pembangunan rumah sakit berbasis wakaf produktif, bekerjasama dengan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jawa Timur. Rumah Sakit tersebut kemudian diberi nama RS Hasyim Asy’ari, yang merupakan tokoh besar dakwah Nasional sekaligus pendiri Pondok Pesantren Tebuireng,” ujar General Manager Wakaf Dompet Dhuafa, Bobby F Manullang, saat berkunjung ke RS Hasyim Asy’ari, Rabu (26/10/2022).
Bobby menjelaskan, RS Hasyim Asyari merupakan rumah sakit wakaf ke-7 yang dibangun oleh Dompet Dhuafa (DD). Semua itu berawal ketika Gus Sholah berkunjung ke Rumah Sehat Terpadu (RST) Dompet Dhuafa Parung, Bogor, sekitar tahun 2016. Nah, kunjungan tersebut menjadi inisiasi bagi Gus Sholah untuk mendirikan RS Hasyim Asyari Tebuireng Jombang.

Selanjutnya, Yayasan Pesantren Tebuireng mewakafkan lahan seluas satu hektar untuk pembangunan rumah sakit serupa kepada Dompet Dhuafa. Lokasinya masih dalam lingkungan Pesantren Tebuireng Kecamatan Diwek Jombang. Tidak jauh dari sebidang tanah itu, terletak Makam Gus Dur. Beberapa kesempatan survei pun dilakukan.
“Hingga akhirnya pembangunan dimulai pada 2018. Lalu pada 2020 pembangunan rumah sakit secara umum bisa kita selesaikan sampai konsntruksi utama. Satu tahun setelahnya (2021) kita masih perlu mendetailkan rumah sakit tersebut. Tujuannya, agar sesuai dengan kebutuhan fasilitas yang disyaratkan akreditasi,” kata Bobby.
Seiring dengan itu, Dompet Dhuafa tetap menghimpun dana untuk melengkap kebutuhan alat-alat kesehatan. Walhasil, banyak kemudahan yang didapat. Termasuk mendapat bantuan hibah berupa alat-alat kesehatan dari Pemprov Jatim. Bahkan saat ini kebutuhan alat kesehatan yang bersifat mayor sudah terpenuhi.
“Insya Allah akhir tahun ini bisa beroperasi. Hanya kita masih melengkapi beberapa kebutuhan minor. Seperti peralatan kecil yang ada di poly gigi. Kita juga harus melengkapi tenaga kesehatan. Bulan November ini ada visitasi, sehingga kalau tidak ada kendala akhir tahun ini (Desember) rumah sakit ini sudah bisa beroperasi,” ujarnya.

Bobby mengungkapkan bahwa pelayanan RS Hasyim Asyari tidak jauh beda dengan rumah sakit pada umumnya. Namun RS Hasyim Asyari akan berfokus pada kaum dhufa. Yakni basis pasien RS Hasyim Asyari berasal dari anggota mustahiq Dompet Dhuafa. “Selain itu kita juga menggunakan fasilitas BPJS,” lanjutnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur RS Hasyim Asy’ari dr. Aria Dewanggana. Menjelang beroperasinya rumah sakit tersebut, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak terkait. Di antaranya Dinas Kesehatan, kemudian Dinas PUPR (Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat), serta DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Jombang.
Aria mengakui masih ada beberapa hal yang harus dilengkapi sebelum rumah sakit ini beroperasi. Hal itu sesuai dengan peraturan baru di 2021. “Dan kami komitmen untuk melengkap itu. Saat ini sudah 80 persen. Tinggal sedikit-sedikit saja yang belum. Semisal ada beberapa alkes (alat kesehatan) yang harus dilengkapi,” ujar Aria sembari menambahkan bahwa sesuai rencana RS Hasyim Asyari merupakan rumah sakit tipe C, yakni jumlah tempat tidur mencapai 100 unit. [suf]






