Jember (beritajatim.com) – Radio Republik Indonesia (RRI) Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyelenggarakan Festival Pelajar Nusantara dengan menitikberatkan keberagaman peserta dari asoek etnisitas dan agama, di halaman kantor lembaga penyiaran itu, Sabtu (21/10/2023) – Rabu (25/10/2023). Ada 800 orang ikut serta dalam acara itu.
Ada 72 RRI seluruh Indonesia yang melaksanakan kegiatan ini. Kepala Lembaga Penyiaran Publik RRI Jember Taufan Pamungkas Marhaendra Jaya mengatakan, tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraan FPN. “Tujuannya adalah untuk memberikan ruang kepada para pelajar dan pemuda untuk berkreasi sesuai bakat masing-masing, di bidang seni, budaya, dan apapun,” katanya.
RRI sebagai media milik negara, menurut Taufan, merasa penting untuk menyiapkan hal tersebut. “Kegiatannya bersifat kompetisi dan menampilkan apa yang dia miliki. Itulah yang coba kami rangkai. Tentu tidak bisa semua. Kami seleksi sekolah-sekolah mana yang bisa tampil. Tapi semangatnya memberikan ruang untuk dia belajar, minimal memanajemen sebuah event,” katanya.
RRI bekerja sama dengan sejumlah pihak, seperti lembaga pemberdayaan perempuan anak, juga memberikan wacana positif kepada masyarakat. “Kami angkat isu stop perkawinan anak,” kata Taufan.
Dengan Bank Indonesia, RRI menyosialisasikan wacana kebanggaan terhadap rupiah. “Karena kalau lihat duit kita tahunya warna merah dan biru. Tapi bagaimana menghargai rupiah, itu yang kita kurang,” kata Taufan.
Dalam acara itu, ada ikrar pemuda. “Pemuda pelajar di seluruh Indonesia berikrar merasa diri mereka sebagai bangsa yang satu, berbahasa yang satu. Ke depan saat ada pemilu, mereka sudah memiliki rasa kebangsaan, sehingga tidak akan mengabaikan hak-haknya sebagai warga negara,” kata Taufan.
Khusus di Jember, Taufan ingin menampilkan kebhinekaan. “Kita di Jember ada kampung Arab, kampung China, dan kampung-kampung lain. Kami coba ramu itu, sehingga pesan kebhinekaannya bisa sampai,” kata Taufan.
Sementara itu, Marsha, peserta perempuan dari Papua, bangga bisa ikut menampilkan budaya daerah dengan sejumlah peserta dari daerah lain. “Kami dari berbagai suku bisa menunjukkan keberagaman nusantara dengan tema Wonderland Indonesia,” kata siswi SMAK Satya Candika ini. [wir]






