Lamongan (beritajatim.com) – Lantaran busnya mengalami kecelakaan, Rombongan peziarah Walisongo asal Kabupaten Bogor akhirnya membatalkan niat untuk melanjutkan berziarah.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bus tersebut terlibat laka di jalur jalan Daendels Pantura Lamongan. Tepatnya di Depan SPBU Desa Brengkong, Kecamatan Brondong, Lamongan.
Saat itu, sebuah truk tronton bermuatan pasir silica tak kuat melintasi tanjakan di Jalan Daendels Lamongan, pada Selasa malam (16/2/2022).
Akibatnya, truk tersebut bergerak mundur hingga menabrak bus pembawa 30 peziarah yang melaju dari arah barat. Meski tak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun banyak penumpang bus yang terluka.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Lamongan, Iptu Anang Purwo menuturkan, rombongan peziarah yang naik bus tersebut kini telah pulang ke Kabupaten Bogor. Mereka dijemput oleh travel atau biro perjalanan tersebut.
“Korban yang luka ringan dan tidak luka sudah pulang semua mas dari Puskesmas Brondong. Tadi sudah dijemput oleh pihak travel-nya untuk pulang kembali ke rumah,” ujar Anang saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/2/2022).
Ditambahkan oleh Anang, korban yang kembali pulang tersebut adalah korban yang selamat dan mengalami luka ringan saja. Sementara, 7 korban lainnya yang mengalami luka parah masih dirawat di RSUD Lamongan.
“Tinggal korban yang berada di RSUD dr Soegiri saja. Ada 7 orang, yakni 5 menjalani perawatan dan 2 orang lagi akan menjalani operasi karena patah tulang,” terang Anang.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-lamongan”]
Lebih jauh Anang menjelaskan, pihaknya bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Lamongan bakal melakukan cek fisik terhadap kendaraan truk yang tak kuat menanjak tersebut, pada Kamis besok (17/2/2022).
Meburut Anang, cek fisik itu dilakukan untuk mengetahui apakah truk nahas tersebut masuk dalam kategori truk Over Dimension Over Loading (ODOL) atau bukan.
“Besok (Kamis) pagi, kami bersama Dishub akan mengecek apakah kendaraan tersebut termasuk ODOL atau bukan,” pungkasnya.[riq/ted]






