Surabaya (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti Indonesia dengan berpulangnya pakar ekonomi, Rizal Ramli, pada Selasa, 2 Januari 2024, di usianya yang mencapai 69 tahun. Meninggalnya Rizal Ramli meninggalkan kesedihan mendalam, merambah berbagai media dan memukul publik tanah air.
Rizal Ramli, yang pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman di era pemerintahan Presiden Jokowi pada tahun 2015-2016, meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga tercinta, termasuk tiga anak dan dua cucu. Perjalanan terakhirnya dihadapi di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, tempat ia dirawat selama hampir sebulan sebelum akhirnya berpulang ke hadirat Sang Pencipta pada pukul 19.30 WIB.
Meninggalnya Rizal Ramli disebabkan oleh sakit yang telah dideritanya selama hampir satu bulan. Beliau, yang lahir di Padang pada 10 Desember 1954, telah memberikan kontribusi besar dalam dunia ekonomi dan pemerintahan Indonesia. Selain sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, beliau juga pernah menjadi Menteri Keuangan pada pemerintahan Presiden Gus Dur pada Juni-Juli 2001.
Rizal Ramli, alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan Fisika, bukan hanya dikenal sebagai pakar ekonomi ternama, tetapi juga sebagai individu yang menjalani kehidupan mahasiswa yang penuh perjuangan. Di masa kuliahnya, beliau bekerja di pabrik percetakan dan menjadi penerjemah buku untuk membiayai hidupnya.
Pendidikan tinggi Rizal Ramli tidak hanya menjadi landasan ilmiah, tetapi juga panggung untuk mengekspresikan ketertarikan dan kepeduliannya terhadap kebijakan pemerintah. Aktivis kritis ini meraih gelar Magister dan Doktoral di Universitas Boston, Amerika Serikat, sebelum memulai karirnya yang gemilang di panggung pemerintahan Indonesia.
Profil singkat Rizal Ramli mencerminkan perjalanan hidup yang penuh prestasi dan dedikasi, mulai dari mahasiswa yang berjuang di tengah keterbatasan finansial hingga menjadi salah satu tokoh ekonomi paling dihormati di Indonesia. Kini, berita duka kepergian Rizal Ramli menjadi sorotan publik, meresapi kehilangan sosok yang telah memberikan sumbangsih besar bagi kemajuan bangsa. (ian)






