Surabaya (beritajatim.com) – Calon Gubernur Jawa Timur dari PDI Perjuangan, Tri Rismaharini, menyoroti kendala toleransi keagamaan dan budaya bagi pelajar SMA/SMK.
Hal ini disampaikan Risma setelah mengikuti debat publik pertama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2024 di Graha Unesa Surabaya, Jumat (18/10/2024) malam.
Risma menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai toleransi kepada pelajar, meskipun proses ini membutuhkan waktu dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk guru agama dan guru informal.
“Kita bisa menitipkan ini kepada para guru agama, guru ngaji, dan guru informal,” ujar Risma seusai debat.
Menurutnya, toleransi bukan hanya soal menghormati orang yang lebih tua, tetapi juga memahami perbedaan, disiplin, dan menghargai budaya. Meski karakter anak sudah mulai terbentuk di usia SMA, Risma yakin perubahan tetap bisa dilakukan dengan memberikan contoh yang baik.
Debat publik pertama ini diikuti oleh tiga pasangan calon: Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim (PKB) dengan nomor urut 01, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak (KIM Plus) nomor urut 02, dan Tri Rismaharini-Zahrul Azhar Asumta (Gus Hans) nomor urut 03. Tema debat adalah “Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jawa Timur.” [ram/beq]






