Probolinggo (beritajatim.com) – Musim kemarau panjang membuat warga Kabupaten Probolinggo harus menghadapi kondisi sulit. Ribuan keluarga di sejumlah kecamatan kini hanya bisa bertahan dengan bantuan air bersih dari pemerintah daerah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat ada 7.178 jiwa atau 2.364 kepala keluarga yang terdampak langsung. Mereka tersebar di lima kecamatan yang sumurnya kering dan tidak lagi bisa digunakan.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, R. Oemar Sjarief, menyampaikan pihaknya sudah menyalurkan bantuan air ke desa-desa terdampak. “Distribusi air bersih sudah dilakukan ke 15 desa dan 27 dusun dengan total 468 ribu liter,” ujarnya, Kamis (11/9/2025)
Kecamatan Tiris menjadi lokasi yang mendapat perhatian paling besar. Sebanyak 174 ribu liter air telah dikirimkan untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 1.700 warga di tiga desa.
Sementara di Kecamatan Tegalsiwalan, tangki bantuan mencapai 161 ribu liter. Air itu dibagikan kepada 2.175 jiwa yang tersebar di delapan dusun dengan kondisi sumur kering.
Kecamatan Banyuanyar juga tidak luput dari krisis air bersih. Sebanyak 1.855 jiwa di 618 KK harus berbagi 57 ribu liter air bersih yang dibawa mobil tangki.
Kecamatan Leces memperoleh suplai sebanyak 71 ribu liter. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 1.102 jiwa di lima dusun yang kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi paling berat dialami Kecamatan Gading. Hanya 5 ribu liter air yang bisa didistribusikan untuk 290 warga di Dusun Krajan II, Desa Condong.
Meski distribusi sudah berjalan, BPBD menegaskan langkah pemantauan akan terus dilakukan setiap hari. “Kami akan terus bergerak hingga kebutuhan air bersih warga benar-benar terpenuhi,” tegas Oemar.
Situasi ini menjadi peringatan keras bahwa ancaman kekeringan semakin nyata. Warga pun hanya bisa berharap hujan segera turun agar tidak terus bergantung pada bantuan air tangki. (ada/ian)






