Malang (beritajatim.com) – Sedikitnya lebih dari 1.200 warga yang tinggal di Desa Ringin Kembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, kini mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
Krisis air bersih di wilayah Malang Selatan itu, terjadi beberapa bulan ditengah musim kemarau tahun 2023 ini. Ribuan warga kekurangan air bersih ditempat itu, terdiri dari 24 RT. Seperti di RT 1 sampai RT 9, berada di Dusun Krajan. Kemudian 4 RT di Dusun Jamberejo mulai RT 10 hingga RT 14.
Plus dua RT di Kampung Baru yaitu RT 26 dan RT 27. Kemudian di Dusun Sumbermas yaitu RT 17,18 dan RT 19. Serta kesulitan air bersih juga dialami warga di Dusun Talangsari meliputi tiga RT yakni RT 20, RT 21 dan RT 22.
Sekretaris Desa (Sekdes) Ringinkembar Istadi menjelaskan, sudah lebih dari tiga bulan musim kemarau melanda wilayah Kabupaten Malang khususnya Malang Selatan.
Sehingga, kata Istadi, kondisi ini membuat sumur-sumur warga debit airnya mulai mengecil dan tak lagi bisa diharapkan sebagai sumber air bersih. Selain itu sungai-sungai juga mengering, sawah pun tak lagi terlihat menghijau lantaran hujan tak kunjung datang. Akibatnya, ribuan warga Desa Ringin Kembar kesulitan mendapatkan air bersih untuk minum, mandi, mencuci dan kebutuhan sehari-hari.
“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari, warga harus beli dengan harga Rp40 ribu untuk satu merter kubik air. Ada juga sebagian mengambil dari sumber yang masih ada airnya. Karena debit airnya kan saat ini makin mengecil, warga juga harus antri. Tetapi kalau sekedar untuk minum saja masih tercukupi,” tegas Istiadi, Senin (16/10/2023).

Istadi bilang, sesuai himbauan dari kantor Kecamatan Sumbermanjing Wetan yang baru ia terima, bagi desa yang mengalami kekurangan air bersih, harus melayangkan surat laporan melalui Kantor Kecamatan setempat untuk ditindak lanjuti ke BPBD Kabupaten Malang.
“Sesuai himbauan yang baru saja kami terima dari kantor Kecamatan Sumbermanjing Wetan, kami akan segera mendata ulang titik-titik wilayah yang kekurangan air, agar secepatnya mendapat dropping air bersih,” ujarnya.
Istadi melanjutkan, guna mengatasi krisis air bersih di Desa Ringin Kembar, pihaknya berharap pembangunan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang direalisasikan mulai dari Desa Segaran, Kecamatan Gedangan, tiga tahun lalu itu, segera beroperasi di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan.
“Saat ini sebanyak 1000 orang warga Ringin Kembar sudah terdaftar sebagai Calon pelanggan PDAM. Dengan terealisasi nya proyek SPAM yang dikelola oleh PDAM di Ringin Kembar nanti, kami berharap masalah krisis air bersih di Ringin Kembar kedepan akan terpenuhi,” kata Istadi.
Sementara itu, Syamsul, salah seorang warga Ringin Kembar mengaku, untuk memenuhi kebutuhan air bersih ia harus beli air setiap hari Jum’at sebanyak dua tandon dengan harga Rp 80ribu.
“Saya senang katanya warga Desa Ringin Kembar akan mendapat bantuan air bersih dari pemerintah. Bantuan air bersih itu akan meringankan beban masyarakat. Karena selain mencari air di sumber yang debitnya sudah mulai kecil, bantuan nanti akan meringankan beban warga Desa untuk membeli air bersih,” ucap Syamsul. (yog)
Terpisah, Kasi Teknik PDAM Unit Sumbermanjing Wetan, Moch.Alfan menjelaskan, krisis air bersih di beberapa desa wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan itu bagian dari beberapa desa di 9 Kecamatan seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Pagak, Donomulyo, Kalipare, Lawang, Singosari, Sumberpucung dan Jabung.
Baca Juga:
Harga Tiket Hawai Waterpark Malang, Cocok Buat Liburan Musim Panas
Alfan menambahkan, untuk dropping air bersih di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan saat ini sudah dilakukan.
“Yang terparah hanya di tiga desa, yaitu Sumbermanjing Wetan tepatnya di Dusun Telogosari. Kemudian Desa Sumberagung dan Kedungbanteng. Untuk 12 desa yang lain, sementara ini masih tercukupi. Dropping air bersih itu akan terus dilakukan sampai hujan tiba,” tutur Alfan.
Alfan menerangkan, terkait pelayanan PDAM Unit Sumawe terhadap ratusan pelanggan dalam kondisi kemarau seperti saat ini, meski durasi debit air kurang maksimal, tetapi untuk pelayanan terus ia lakukan.
Alfan berharap, menjelang selesainya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2024 mendatang, untuk krisis air di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan akan teratasi.
“Menjelang selesainya proyek SPAM nanti, PDAM Unit Sumawe sudah mencatat sekitar 8000 calon pelanggan. Jumlah itu tersebar dibeberapa desa. Seperti Desa Sumawe, Ringinsari, Argotirto, Harjokuncaran,
Klepu, Ringin Kembar, Tegalrejo, Sekarbanyu dan Druju,” pungkas Alfan. (yog/ted)






